Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peduli Sanitasi, EMCL-SKK Migas Dirikan 56 Menara Tandon Air di Tiga Kabupaten

Rahul Oscarra Duta • Selasa, 30 September 2025 | 23:51 WIB
UKW: External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar (berbaju batik) saat menghadiri Konferensi Pers di UKW LPDS Surabaya.
UKW: External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar (berbaju batik) saat menghadiri Konferensi Pers di UKW LPDS Surabaya.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Produktivitas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terkait minyak dan gas tak perlu diragukan lagi. Walau begitu, EMCL-SKK Migas tetap lestarikan lingkungan dan sanitasi di daerah terdampak. Salah satunya terkait sanitasi air bersih. Tercatat, ada 56 menara air yang didirikan oleh EMCL untuk mendukung akses air bersih.

External Engagements and Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satunya terkait sanitasi. ‘’Ini mampu membantu pemerintah daerah yang ada wilayah operasi kami. Misalnya di Bojonegoro, Tuban dan Blora. Sejak 2008 hingga sekarang itu kami sudah membangun sekitar 56 menara air ini di sekitar daerah operasi,’’ jelasnya.

Dari 56 menara air itu, disalurkan ke 10 ribu rumah atau 119 ribu meter jaringan air bersih yang tersebar di tiga Kabupaten wilayah operasi. ‘’Menara air tersebut digunakan untuk mendukung akses air bersih kepada masyarakat Bojonegoro, Tuban dan Blora,’’ jelasnya.

‘’Rinciannya, penerima manfaatnya itu sudah lebih dari 40 ribu orang. Kami sudah membangun jaringan pipa air bersih lebih dari 100 ribu meter. Jadi jauh lebih panjang daripada sumber-sumber lainnya,’’ imbuhnya.

Ia juga mengatakan, selain dari segi fisik, pihaknya juga membentuk organisasi pengelola bisnis tersebut. ‘’Jadi bagaimana nanti organisasi ini bisa memancing perawatan dari fasilitasnya mengutip dari pemakaian air bersih,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, mengatakan, program PPM bertujuan untuk melatih kemandirian masyarakat yang berada di daerah operasi. ‘’Kami punya program PPM. Pelaksanaan untuk wilayah Jabanusa ini sudah mencapai 60 persen. Ini semua berkat kinerja dan kerja sama rekan-rekan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Rabu (30/9).

Menurutnya, program tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat daerah operasi. Terlebih, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. ‘’Jadi ada empat pilar di program ini. Yaitu; pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan,’’ jelas Febrian Ihsan.

Febrian juga mengatakan, tujuan PPM ialah untuk menciptakan kemandirian masyarakat di wilayah operasi. Sebab, KKKS tak selamanya berada di wilayah operasi. ‘’Karena migas ini tak terbarukan, jadi kami berusaha untuk menciptakan kemandirian masyarakat sekitar wilayah operasi,’’ ucapnya.

‘’Jika nanti kami sudah gak beroperasi, masyarakat ini nantinya bisa mandiri,’’ imbuhnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#air bersih #gas #skk migas #Menara Air #exxonmobil cepu limited #tuban #bojonegoro #kkks #ppm #Air #sanitasi #emcl #blora #minyak