Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Belum ada Sosialisasi, Proyek Pengeboran Desa Mendenrejo Timbulkan Polemik

M. Lukman Hakim • Kamis, 11 September 2025 | 21:35 WIB
Jalur menuju sumur DJR-001 di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Jalur menuju sumur DJR-001 di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, menghentikan mobilisasi alat berat menuju proyek pengeboran sumur Eksplorasi Migas Darajingga (DRJ-001) di Dukuh Nglaren pada Selasa (9/9) malam. Hal tersebut dipicu karena PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) belum melakukan sosialisasi kepada warga.

Kades Mendenrejo, Supari mengungkapkan, warga ingin ada sosialisasi dari pihak PT PDSI. Sebab, sampai saat ini belum ada sosialisasi kepada masyarakat. Ia mengaku sempat diundang oleh Camat, Kapolsek dan Danramil bersama perwakilan PT PDSI.

"Sekitar sepuluh hari yang lalu pernah diundang. Katanya mau ada sosialisasi, tapi ternyata tidak ada dan alat berat sudah datang dan dikirim. Saya tidak tahu. Terus koordinasi movingnya bagaimana. seolah-olah kami tidak dikasih tahu," ujarnya.

Menurutnya, PT PDSI melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terdampak. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan ketika proses moving.

"Kalau ada sosialisasi dulu, kami tidak disalahkan. Kalau tidak ada sosialisasi, kalau terjadi apa-apa,  yang disalahkan pemerintah desa. Intinya harus ada sosialisasi, biar tidak saling curiga," imbuhnya.

Sementara itu, Humas  PT PDSI  Aris Kuncoro saat dikonfirmasi Radar Bojonegoro melalui sambungan telepon, kemarin (10/9), belum memberikan jawaban.

Wahyu, salah satu warga Desa Mendenrejo meminta  PT PDSI secepatnya harus melakukan sosialisasi. Agar warga juga mengerti dampak yang nantinya dirasakan warga, karena hal tersebut menyangkut keselamatan warga sekitar.

"PT PDSI harus segera sosialisasi.  Agar tidak timbul masalah dikemudian hari," ujarnya.

Seperti diketahui, penghentian  dilakukan di depan Mapolsek Kradenan. Warga sempat melakukan adu argumen dengan pihak PT PDSI. Setelah terjadi kesepakatan terkait rencana sosialisasi, akhirnya armada diizinkan masuk ke lokasi proyek. Proses negosiasi tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polsek Kradenan. (luk/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pemerintah desa #sumur #pertamina #PDSI #Pertamina Drilling #alat berat #pengeboran sumur #kradenan #blora #Sosialisasi