RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Produksi kumulatif minyak dari Lapangan Banyu Urip, telah mencapai 690 juta barel pada tahun ini. Lapangan yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu, telah melebihi lebih dari separo cadangan minyak yang diperkirakan satu miliar barel minyak di bawah tanah Bojonegoro.
External Engagement dan Socioeconomic Manager EMCL Thezart Elvandiar menyampaikan, bahwa produksi terus meningkat, bahkan dari tahun lalu yang telah mencapai 660 juta barel. ’’Secara komulatif, produksi Banyu Urip saat ini telah mencapai 690 juta barel minyak,” ungkapnya.
Menurutnya, tingkat produksi itu juga dengan tambahan produksi minyak dari lapangan yang dioperasikan EMCL pada infill clastic Sumur B13. ’’Tambahan dari sumur infill clastic yang mencapai 14 ribu barel per hari,” imbuhnya pada 26 Maret lalu.
Berdasar proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B), perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat dua kali lipat menjadi satu miliar barel minyak, hal itu diperkirakan menyumbang pendapatan nasional sebesar USD 28,1 miliar atau Rp 421 triliun dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak.
Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) memiliki sasaran untuk memproduksikan perkiraan tambahan minyak sebesar 42,92 juta barel minyak melalui pengeboran tujuh sumur di Lapangan Banyu Urip. Yakni, lima sumur infill dan dua sumur clastic. Mulai mengalirkan minyak perdana pada Agustus tahun lalu (2024). (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana