BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proyek sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) berlanjut, kembali melakukan tajak atau membuat lubang sumur pada Minggu pertama bulan ini (Oktober). Perkiraan selesai pada 2025.
Pengembangan total tujuh sumur baru di lapangan Banyu Urip tersebut sebelumnya telah berhasil produksi dan menyisakan lima sumur. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, pengembangan sumur BUIC tersebut terus dilakukan dan diperkirakan semakin menambah jumlah lifting minyak dan gas (migas) secara nasional.
’’Keberhasilan program pengeboran di lapangan Banyu Urip akan memberikan dampak yang besar dalam upaya meningkatkan lifting migas secara nasional,” terangnya. Hudi menambahkan, bahwa SKK Migas terus mendorong KKKS melakukan eksplorasi dan pengembangan sumur eksisting. Sehingga, dapat mewujudkan ketahanan energi dan penambahan lifting.
Diketahui, lima sumur yang mulai tajak tersebut, terdiri atas tiga sumur infill carbonate dan dua sumur infill clastic, dimulai tajak pada minggu pertama Oktober dengan estimasi selesai pada 2025 mendatang. Sebelumnya, sumur B-12 telah masuk tahap clean up dengan produksi pada level 5.000 barrels of oil per day (BOPD) dan akan dinaikkan secara bertahap mencapai level produksi 13.000 BOPD.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan, terus bertambahnya sumur baru tersebut, mampu mendorong Bojonegoro menjadi sentra energi sesuai rencana jangka panjang 20 tahun mendatang.
Tema Bojonegoro akan menjadi sentra agro industri dan sentra energi. ’’Adanya tambahan produksi dari Lapangan Banyu Urip oleh EMCL, bisa bersama-sama menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baru,”pungkasnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana