BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Aktivitas pengeboran dan pengembangan sumur proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) berlanjut. Setelah Sumur B-13 proyek Banyu Urip berproduksi Agustus lalu. Sumur kedua yakni B-12, telah selesai dilakukan pengeboran dengan produksi pada level 5.000 barrel of oil per day (BOPD).
Kepala Divisi Optimalisasi Cadangan SKK Migas Sri Andaryani menyampaikan, pengeboran sumur B-12 tak lepas dari hasil pengeboran sumur pertama yaitu B-13, yang dilakukan evaluasi kembali dengan model reservoir Banyu Urip.
’’Sumur B-12 ini sukses mempenetrasi reservoir facies yang sangat baik yaitu reef complex di mana secara reservoir qualities di atas target,” teranganya. Selain itu, strategi perforasi sudah dipertimbangkan secara matang di mana dijaga jarak (standoff) dengan gas oil contact (GOC) dan oil water contact (OWC) yang cukup aman.
’’Saat ini, sumur B-12 telah masuk tahap clean up dengan produksi pada level 5.000 BOPD dan akan dinaikkan secara bertahap hingga diharapkan mencapai level produksi 13.000 BOPD,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, penambahan produksi dari sumur B-12 diharapkan akan terjadi penambahan lifting minyak dan gas secara nasional.
’’Sebagai lapangan dengan produksi terbesar nomor dua di Indonesia, maka keberhasilan program pengeboran di lapangan Banyu Urip akan memberikan dampak yang besar,” imbuh Hudi. Diketahui, kegiatan pengeboran sumur B-12 diselesaikan selama 45 hari, lebih cepat enam hari dari yang direncanakan.
Saat ini, pengembangan sumur di lapangan banyu urip Bogonegoro, tersisa lima pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang terdiri atasi tiga sumur infill carbonate dan dua sumur infill clastic yang baru akan mulai tajak pada Minggu pertama Oktober 2024 dengan estimasi selesai pada 2025. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana