BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pertamina mengklaim stok elpiji 3 kilogram (kg) di Bojonegoro aman. Sekitar 35.300 tabung elpiji 3 kg disuplai setiap harinya.
Bahkan, telah dilakukan penambahan suplai hingga dua kali lipat saat Hari Raya Idul Fitri 2024. Kelangkaan elpiji diduga terjadi di pengecer.
Section Head Communication dan Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, suplai elpiji 3 kg dari pertamina normal sesuai konsumsi harian di Bojonegoro. Yakni, sekitar 35.300 tabung per hari.
Kemudian, terdapat sekitar empat hingga lima pangkalan resmi di setiap desa. Setiap pangkalan memiliki stok elpiji 3 kg rerata 50 tabung siap ditukar. Berdasar pantauan, stok di pangkalan masih aman hingga kemarin (19/4).
‘’Saat Hari Raya Idul Fitri kemarin juga telah dilakukan penambahan suplai elpiji di Bojonegoro hingga mencapai 200 persen,’’ ujarnya.
Berdasar identifikasi yang diterima, menurut Taufiq, harga elpiji 3 kg yang melambung tinggi ada di pengecer. Masyarakat terkadang lebih memilih untuk membeli elpiji di pengecer atau toko dekat rumah. Dibanding beli langsung di pangkalan dengan harga lebih murah, yakni Rp 16.000 sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Jika masyarakat tidak beli di pangkalan, harga tersebut akan dinikmati oleh para pengecer atau toko.
‘’Kalau sudah memilih seperti itu, jangan mengeluh ketika harga dimainkan seenaknya sendiri oleh pengecer,’’ tambahnya.
Dia melanjutkan, terkait permasalahan di pengecer dan toko-toko bukan menjadi wewenang Pertamina. Melainkan, ranah dinas terkait dan pihak kepolisian untuk melakukan penertiban serta pengusutan. Pertamina hanya dapat melakukan pengawasan hingga pangkalan saja, tidak hingga ke pengecer atau toko.
‘’Kami mendorong dinas terkait untuk melakukan penertiban. Juga, imbauan kepada masyarakat untuk tidak beli elpiji 3 kg di pengecer. Apabila terus dilakukan, maka kondisinya akan terus seperti ini. Hanya menguntungkan oknum tertentu,’’ tuturnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana