BOJONEGORO Cukup kaya potensi sumber daya alam (SDA). Tidak hanya dimanfaatkan bidang pertambangan.
Namun, bentuk geografis menyuguhkan pemadangan alam menakjubkan.
Tak segan, terutama Bojonegoro wilayah barat daya menyimpan segudang keajaiban. Seperti Gunung Pandan dengan ketinggian 897 meter di atas permukaan laut (MDPL) atau 2.943 kaki.
Gunung satu ini termasuk gunung berapi rehat di puncak Pegunungan Kendeng. Kini rerata pemuda-pemudi hobi mendaki. Tak jarang pula yang ingin mencoba. Dari mulai hanya ingin merasakan sensasi mendaki dengan track (jalur) landai, menikmati suasana alam nan asri, hingga kembali dua kali. Bagi rerata pendaki, pemandangan hutannya tak kalah apik dengan gunung lain.
Jaraknya terbilang cukup jauh, namun sensasi saat sampai akan membayar waktu perjalanan. Dari pusat kota Alun-Alun Bojonegoro berjarak sekitar 52 kilometer.
Bisa ditempuh sekitar 1 jam 20 menit menggunakan motor atau 1 jam 30 menit dengan mengendarai mobil.
Zainul Musthofa, salah satu pendaki asal Kecamatan Kanor menceritakan, sudah mendaki ke Gunung Pandan dua kali, 2017 dan Tahun Baru 2025.
Menurutnya, pendakian terasa amat seru. Tidak perlu jauh-jauh ke kota orang menikmati puncak gunung, Bojonegoro juga memiliki.
Bahkan, waktu ditempuh mencapai puncak tidak terlalu panjang, hanya sekitar 1 jam.
Karena jalur pendakian cukup landai dari kaki gunung di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Ini menjadi salah satu pilihan pendaki untuk tektok atau pendakian sehari tanpa menginap. ‘’Untuk jalur menurutku landai dan cocok untuk pemula,” ucap Musthofa sapaan akrabnya.
Dia mengaku, pemandangan hutannya tak kalah bagus dari gunung lain. Pohon tinggi, suasa sejuk, bahkan saat kabut. Menambah kesejukan dan lelah terbayarkan. Kini Musthafa juga berencana kembali mendaki untuk kali ketiga.
‘’Rencana balik lagi, nunggu cuti kerja,” katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana