RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Susah tidur atau sering terbangun di malam hari bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, hingga kondisi kamar tidur. Namun, satu hal yang kerap luput diperhatikan adalah kasur yang digunakan setiap hari.
Kasur yang terlalu keras, terlalu empuk, atau sudah kehilangan bentuk dapat membuat tubuh tidak mendapatkan posisi istirahat yang nyaman. Akibatnya, seseorang bisa lebih sering berganti posisi saat tidur dan bangun dengan tubuh terasa pegal.
Memilih kasur yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bukan berarti harus membeli produk dengan harga paling mahal. Jenis material, tingkat kekerasan, kemampuan menopang tubuh, serta posisi tidur menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Berikut tiga jenis kasur yang bisa menjadi pilihan untuk membantu menciptakan tidur yang lebih nyaman.
1. Kasur Memory Foam
Kasur memory foam dikenal memiliki kemampuan mengikuti kontur tubuh ketika digunakan. Material ini dapat memberikan sensasi lebih "memeluk" tubuh sehingga tekanan pada beberapa bagian, seperti bahu dan pinggul, bisa terasa lebih ringan.
Baca Juga: Lagi Cari Kasur yang Nyaman? Temukan di Blibli karena Sedang Ada Promo Kasur!
Jenis kasur ini cocok bagi orang yang menyukai permukaan tidur yang relatif empuk dan membutuhkan dukungan pada titik-titik tekanan tubuh.
Meski demikian, memory foam dapat terasa lebih hangat dibandingkan beberapa jenis kasur lainnya. Karena itu, pilih produk dengan sirkulasi udara yang baik apabila mudah merasa panas ketika tidur.
2. Kasur Latex
Kasur latex bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan permukaan tidur yang lebih responsif dan tidak terlalu tenggelam seperti pada beberapa jenis memory foam.
Material latex umumnya memberikan dukungan yang cukup baik sekaligus memiliki elastisitas sehingga tubuh lebih mudah bergerak ketika berganti posisi.
Kasur jenis ini juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan material dengan sirkulasi udara yang relatif baik. Tingkat kekerasannya pun tersedia dalam berbagai pilihan sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
3. Kasur Hybrid
Bagi yang sulit menentukan pilihan antara memory foam dan pegas, kasur hybrid bisa menjadi alternatif. Kasur ini biasanya menggabungkan sistem pegas dengan lapisan busa atau material lain di bagian atas.
Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan keseimbangan antara dukungan dari pegas dan kenyamanan dari lapisan busa.
Kasur hybrid dapat menjadi pilihan menarik bagi pasangan yang memiliki preferensi tidur berbeda karena konstruksinya dapat memberikan kombinasi kenyamanan dan penopang tubuh.
Jangan Hanya Melihat Harga
Kasur yang mahal belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Setiap orang memiliki kebutuhan dan preferensi tidur yang berbeda.
Sebelum membeli, pertimbangkan posisi tidur. Orang yang lebih sering tidur menyamping umumnya membutuhkan permukaan yang mampu memberikan bantalan pada bahu dan pinggul, sedangkan mereka yang tidur telentang biasanya membutuhkan dukungan yang cukup agar posisi tulang belakang tetap nyaman.
Baca Juga: Kasur Lipat, Solusi Praktis untuk Kamar Berukuran Kecil
Selain itu, perhatikan pula ukuran kasur, tingkat kekerasan, material, sirkulasi udara, serta kualitas konstruksinya.
Jika setelah memperbaiki lingkungan tidur dan kebiasaan sebelum tidur seseorang masih mengalami kesulitan tidur secara terus-menerus, masalah tersebut tidak selalu disebabkan oleh kasur. Gangguan tidur yang menetap sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, kasur yang tepat adalah kasur yang mampu menopang tubuh dengan nyaman dan sesuai dengan preferensi tidur masing-masing. Dengan pemilihan yang tepat, kualitas tempat tidur dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan rutinitas tidur yang lebih nyaman. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko