Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Fakta Kucing Telon yang Hampir Selalu Berkelamin Betina, Ternyata Ini Jawaban Ilmiahnya

Hakam Alghivari • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:32 WIB
Kucing telon sedang bersantai di atas tumpukan batu. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Kucing telon sedang bersantai di atas tumpukan batu. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ada satu rumus yang hampir selalu dianggap benar. Ketika melihat seekor kucing dengan perpaduan bulu putih, hitam, dan oranye, yang di Indonesia dikenal sebagai kucing telon, banyak orang spontan menebak jenis kelaminnya, pasti betina.

Menariknya, tebakan itu bukan sekadar mitos. Dalam dunia genetika, peluang seekor kucing telon berjenis kelamin betina memang sangat tinggi.

Fenomena ini telah dipelajari selama puluhan tahun oleh para ahli genetika dan kedokteran hewan, bahkan kerap dijadikan contoh klasik untuk menjelaskan bagaimana kromosom bekerja dalam menentukan warna bulu mamalia.

Artinya, warna bulu pada kucing telon bukan hanya soal penampilan. Di balik coraknya yang unik, tersimpan mekanisme biologis yang secara langsung berkaitan dengan kromosom penentu jenis kelamin.

Baca Juga: Benarkah Kucing Putih Lebih Bodoh? Ini Penjelasan Ilmiah Berdasarkan Penelitian

Warna Oranye Ternyata Berasal dari Kromosom X

Berbeda dengan banyak sifat fisik lain pada kucing, gen yang menghasilkan warna oranye tidak berada pada kromosom biasa, melainkan pada kromosom X.

Dalam genetika mamalia, kucing betina memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY).

Di sinilah letak perbedaannya. Seekor kucing betina dapat mewarisi satu gen pembentuk warna oranye dari salah satu induknya, dan satu gen pembentuk warna hitam dari induk lainnya. Karena memiliki dua kromosom X, kedua informasi warna tersebut dapat muncul dalam tubuh yang sama.

Baca Juga: Prabowo Unggah Tingkah Gemas Kucing Bobby di Istana, Warganet Ramai Komentar Lucu

Sebaliknya, kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X. Akibatnya, ia umumnya hanya dapat menampilkan salah satu warna dominan, yakni oranye atau hitam, bukan keduanya sekaligus.

"Itulah sebabnya hampir seluruh kucing telon adalah betina," Roy Robinson dalam buku The Genetics of the Cat, salah satu rujukan klasik mengenai genetika kucing yang hingga kini masih banyak dikutip dalam literatur veteriner.

Mengapa Muncul Tiga Warna Sekaligus pada Bulu Kucing Telon?

Pertanyaan berikutnya adalah, jika seekor kucing betina membawa gen warna hitam dan oranye, mengapa kedua warna itu tidak bercampur menjadi satu?

Jawabannya terletak pada fenomena biologis yang dikenal sebagai X chromosome inactivation, atau lyonisasi.

Saat embrio kucing masih berkembang di dalam kandungan, setiap sel tubuh secara acak akan "mematikan" salah satu kromosom X. Pada sebagian sel, kromosom X yang membawa gen warna oranye tetap aktif. Pada sel lainnya, justru kromosom X pembawa warna hitam yang bekerja.

Akibat proses acak tersebut, tubuh kucing berkembang menjadi kumpulan jutaan sel dengan ekspresi warna yang berbeda-beda. Ketika bulu tumbuh, muncullah bercak-bercak oranye dan hitam yang khas.

Baca Juga: 7 Rahasia yang Sering Digunakan Desainer Interior, Buat Rumah Senyaman Hotel

Sementara itu, warna putih berasal dari gen lain yang mengatur pembentukan pigmen pada area tertentu, sehingga terciptalah kombinasi tiga warna yang dikenal sebagai kucing telon.

Fenomena ini menjadi salah satu contoh paling terkenal dalam genetika modern karena memperlihatkan bagaimana ekspresi gen dapat menghasilkan pola yang unik pada setiap individu.

Tidak Ada Dua Kucing Telon yang Benar-Benar Sama

Karena proses penonaktifan kromosom X berlangsung secara acak sejak fase embrio, hampir mustahil menemukan dua kucing telon yang memiliki pola warna identik.

Baca Juga: Jika Orang Asing Sering Tersenyum kepada Anda, Bisa Jadi Anda Memiliki Aura Sosial Seperti Ini

Letak bercak hitam, oranye, maupun putih akan selalu berbeda. Bahkan anak-anak dari induk yang sama pun memiliki pola bulu yang unik.

Para ahli genetika sering menyamakan pola warna kucing telon dengan sidik jari manusia. Sama-sama terbentuk melalui proses biologis yang kompleks dan tidak pernah benar-benar identik.

Lalu, Apakah Ada Kucing Telon Jantan?

Ada, tetapi sangat langka.

Berbagai penelitian menyebutkan hanya sekitar satu dari 3.000 kucing telon yang lahir sebagai jantan. Kelangkaan tersebut bukan disebabkan oleh faktor kebetulan, melainkan karena adanya kelainan kromosom.

Sebagian besar kucing telon jantan memiliki susunan kromosom XXY, bukan XY seperti kucing jantan pada umumnya. Dengan tambahan satu kromosom X, mereka dapat membawa gen warna oranye sekaligus hitam, sehingga pola telon tetap muncul.

Namun, konsekuensinya cukup besar. Sebagian besar kucing telon jantan mengalami infertilitas atau mandul karena kelainan kromosom tersebut memengaruhi perkembangan sistem reproduksi.

Dalam dunia kedokteran, kondisi ini sering dibandingkan dengan Klinefelter Syndrome pada manusia, meskipun terjadi pada spesies yang berbeda.

Baca Juga: Orang yang Suka Menolak Fakta Ilmiah Ternyata Alasannya Ini, Menurut Psikologi

Hampir semua kucing telon berjenis kelamin betina karena gen pembentuk warna oranye berada pada kromosom X. Kucing betina yang memiliki dua kromosom X memungkinkan kombinasi gen warna oranye dan hitam muncul secara bersamaan, sementara proses X chromosome inactivation menciptakan pola bercak yang berbeda pada setiap individu.

Sebaliknya, kucing telon jantan hanya dapat muncul apabila mengalami kelainan kromosom yang sangat langka. Karena itulah, keberadaan mereka jauh lebih sedikit dibandingkan kucing telon betina.

Dengan kata lain, setiap kali melihat seekor kucing telon, Anda bukan hanya sedang melihat perpaduan warna bulu yang indah. Anda juga sedang melihat salah satu demonstrasi paling menarik tentang bagaimana genetika bekerja di alam. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#kucing telon #betina #fakta