Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Riset Psikologi Bongkar Efek Bonnie & Clyde Jika Dua Orang Narsis Saling Jatuh Cinta!

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:09 WIB
NARSIS: Dua orang narsis menjalin hubungan romantis bakal terkena efek Bonnie and Clyde.
NARSIS: Dua orang narsis menjalin hubungan romantis bakal terkena efek Bonnie and Clyde.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Membayangkan satu orang narsistik terlibat dalam sebuah hubungan romantis saja sudah terdengar seperti mimpi buruk yang penuh drama.

Lalu, apa yang akan terjadi jika dua orang narsis yang sama-sama egois justru saling tertarik dan menjalin cinta? Banyak orang skeptis dan mengira hubungan tersebut akan hancur lebur karena mereka akan saling menginjak-injak demi menjadi nomor satu di mata dunia. 

Namun, dilansir dari laman Psychology Today, sebuah penelitian psikologis modern justru membongkar fakta yang mengejutkan: bukan hanya sangat mungkin bagi sesama pemilik tingkat narsisisme tinggi untuk menjalin hubungan jangka panjang, tetapi mereka secara sadar memang saling mencari dan berpegang teguh pada belahan jiwa yang memiliki kepribadian gelap yang serupa. 

Melalui fenomena psikologis yang disebut "Bonnie and Clyde Effect", individu yang cenderung eksploitatif, antisosial, dan manipulatif terbukti lebih memilih berpasangan dengan orang yang mencerminkan sifat buruk mereka sendiri ketimbang mencari pasangan yang jujur dan tulus.

Uji Ilmiah terhadap Sifat 'Dark Triad'

Dalam dunia psikologi, terdapat teori ketertarikan hubungan yang dikenal dengan istilah perkawinan selektif (assortative mating).

Baca Juga: 3 Tanda Unik Pasanganmu Adalah Jodoh Sejati Menurut Psikologi dan Sains

Teori ini menyatakan bahwa kesamaan akan menarik kesamaan. Jika biasanya teori ini hanya berlaku untuk hal-hal umum seperti usia, kelas sosial, atau sifat ramah, para ilmuwan mulai penasaran apakah hukum "kemiripan" ini juga berlaku untuk sifat-sifat kepribadian yang beracun (toxic).

Untuk menyelidiki teka-teki ini, psikolog Igor Kardum dan rekan-rekannya dari Universitas Rijeka di Kroasia melakukan sebuah penelitian mendalam.

Mereka merekrut 100 pasangan dewasa muda heteroseksual yang tinggal di kota yang sama. Profil responden berada di rentang usia 18 hingga 31 tahun, dengan durasi hubungan yang bervariasi mulai dari 6 bulan hingga 11 tahun (rata-rata telah bersama selama 3,5 tahun).

Melalui kuesioner tatap muka yang terstandardisasi, tim peneliti mengukur tingkat sifat "Tiga Serangkai Gelap" (Dark Triad) pada masing-masing individu, yang meliputi:

  1. Narsisisme: Megalomania, haus perhatian, dan merasa berhak atas segalanya.

  2. Machiavellianisme: Manipulatif, eksploitatif, dan menghalalkan segala cara.

  3. Psikopati: Impulsif, dingin secara emosional, dan minim rasa empati.

Fakta Mengejutkan: Penjahat Menemukan Belahan Jiwanya

Hasil analisis data Kardum dkk. menembus prediksi banyak orang. Di ketiga skala Dark Triad tersebut, angka korelasi antara anggota pasangan pria dan wanita ditemukan sangat tinggi dan bernilai positif.

Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Utama Seseorang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)

Untuk memastikan akurasi data, para peneliti menguji hipotesis alternatif: apakah mereka mirip sejak awal, atau mereka baru menjadi mirip karena sudah lama bersama (hipotesis konvergensi)?

Setelah mengontrol variabel lamanya hubungan, usia, dan tingkat pendidikan, kesimpulannya tetap tidak berubah: yang serupa memang saling menarik sejak awal.

"Dalam pemilihan pasangan, kesamaan kepribadian jelas lebih penting daripada komplementaritas (sifat yang saling melengkapi), bahkan ketika menyangkut sifat-sifat yang tidak diinginkan," tulis para peneliti dalam laporan ilmiahnya.

Efek "Bonnie dan Clyde" ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa individu yang manipulatif dan egois tetap mendambakan belahan jiwa yang satu frekuensi, meskipun di dalam hati kecilnya, mereka tahu bahwa pasangan mereka tersebut tidak sepenuhnya dapat dipercaya.

Salah satu temuan unik dan spesifik dari riset ini adalah: wanita yang memiliki sifat Machiavellianisme tinggi (sangat eksploitatif) cenderung klop dan berpasangan dengan pria yang memiliki tingkat psikopati tinggi (antisosial dan impulsif).

Mengapa Mereka Akhirnya Berakhir Bersama?

Para penulis merumuskan beberapa kemungkinan logis mengapa para pemilik kepribadian gelap ini akhirnya saling mengunci komitmen satu sama lain:

Baca Juga: Kenali 13 Tanda Wanita Narsistik yang Sering Tak Disadari Oleh Orang Terdekat

Kesimpulan: Ada Jodoh untuk Setiap Manusia

Meskipun narsisisme memiliki karakter yang kompleks, di mana bagi sebagian orang, kesombongan luar mereka sebenarnya hanyalah kedok rapuh untuk menutupi rasa tidak aman (vulnerable narcissism) yang mendalam, riset ini memberikan sebuah kesimpulan sosial yang menarik.

Kita sering kali mengira bahwa hubungan jangka panjang yang memuaskan dan awet membutuhkan kerelaan tingkat tinggi untuk selalu mengutamakan kepentingan pasangan di atas ego sendiri.

Namun, bagi individu-individu yang secara psikologis tidak mampu melakukan pengorbanan tersebut, alam menyediakan jalannya sendiri.

Temuan ini membuktikan bahwa seburuk atau setidakpopuler apa pun sifat seseorang, selalu ada belahan jiwa yang siap menyambut dan mengimbangi kegelapan tersebut di dunia ini. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#narsis #bonnie and clyde #sifat #Hubungan #Pasangan