Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Orang Kaya yang Sebenarnya Justru Lebih Suka Tampil Sederhana, Psikologi Ungkap Alasannya: Old Money vs OKB

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:00 WIB
ORANG KAYA: Orang yang hobi flexing kebanyakan bukan orang kaya beneran.
ORANG KAYA: Orang yang hobi flexing kebanyakan bukan orang kaya beneran.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di era media sosial ini, definisi orang kaya sering kali dikaburkan oleh postingan "flexing": pamer jam tangan mewah, mobil sport, atau liburan di kapal pesiar. Namun, jika Anda perhatikan tokoh-tokoh terkaya dunia seperti Mark Zuckerberg atau mendiang Steve Jobs, mereka justru identik dengan kaos polos dan gaya hidup yang terlihat biasa saja.

Apakah mereka pelit? Atau mereka tidak peduli dengan penampilan?

Ternyata, dunia psikologi ekonomi memiliki penjelasan menarik mengenai fenomena ini. Perilaku menyembunyikan kekayaan atau tampil sederhana bagi orang kaya sejati (high-net-worth individuals) bukanlah kebetulan, melainkan sebuah pola psikologis yang disebut "Inconspicuous Consumption" atau konsumsi yang tidak mencolok.

Berikut adalah alasan psikologis mengapa semakin kaya seseorang, sering kali mereka justru semakin terlihat sederhana.

1. Fenomena "Status Signaling" yang Terbalik

Dalam psikologi konsumen, ada teori bahwa orang yang merasa belum aman secara finansial cenderung menggunakan barang bermerek (luxury goods) sebagai sinyal status (status signaling) untuk mendapatkan pengakuan sosial.

Baca Juga: Psikologi Mengungkap Empat Sikap yang Diam-Diam Dimiliki Orang Kaya

Sebaliknya, orang kaya yang sudah mapan secara mental tidak lagi membutuhkan validasi eksternal tersebut.

2. Menghindari "Social Friction" (Gesekan Sosial)

Menjadi orang kaya sering kali membawa beban sosial tersendiri, mulai dari rasa iri orang sekitar, permintaan pinjaman uang, hingga risiko keamanan.

Baca Juga: Psikologi Menyebut Orang Kaya Lebih Konsisten pada Hal-Hal Kecil Ini

Secara psikologis, tampil sederhana adalah mekanisme pertahanan diri untuk:

3. Fokus pada "Freedom" Bukan "Stuff"

Penulis buku The Psychology of Money, Morgan Housel, memberikan wawasan brilian mengenai hal ini. Ia menyebutkan bahwa bentuk tertinggi dari kekayaan adalah kemampuan untuk bangun setiap pagi dan berkata, "Saya bisa melakukan apa saja yang saya mau hari ini."

Baca Juga: Psikologi Melihat Pola Menarik pada Cara Orang Kaya Membicarakan Uang

Bagi orang kaya tipe ini, uang adalah alat untuk membeli kebebasan waktu dan otonomi, bukan barang.

Perbedaan Orang Kaya Lama (Old Money) vs OKB

Psikologi juga mencatat perbedaan perilaku antara Old Money (kekayaan turun-temurun) dengan Nouveau Riche (Orang Kaya Baru).

Kesimpulan

Jadi, jika Anda melihat seseorang dengan penampilan kaos oblong dan celana jeans di sebuah kafe, jangan buru-buru menilai. Bisa jadi, dia adalah orang kaya yang sebenarnya.

Baca Juga: 7 Ciri Orang Kaya Sejati yang Pilih Hidup Sederhana dan Tidak Suka Pamer

Mereka telah mencapai tahap di mana kemewahan bukan lagi tentang apa yang dipamerkan di luar, melainkan ketenangan dan kebebasan yang dirasakan di dalam. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#psikologi #old money #orang kaya #OKB #karakter #kepribadian #flexing #tipe #tampil sederhana #hemat