RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda melihat seseorang yang tidak bisa tidur tanpa menyalakan kipas angin? Atau mungkin Anda sendiri suka memutar suara hujan dari ponsel sebelum tidur?
Kebiasaan ini ternyata berhubungan dengan sesuatu yang disebut white noise. Banyak orang yang menggunakan jenis suara tertentu untuk membantu mereka tidur lebih nyenyak.
White noise adalah suara yang terbentuk dari gabungan semua frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Semua frekuensi ini diputar bersamaan dengan kekuatan yang sama. Hasilnya adalah suara dengung yang stabil dan monoton. Contohnya seperti suara televisi tanpa sinyal, kipas angin, atau hujan deras.
Mengapa Otak Membutuhkan White Noise?
Otak manusia dirancang untuk selalu waspada terhadap suara di sekitar kita. Saat kita tidur, suara tiba-tiba seperti pintu dibanting, kendaraan lewat, atau orang berbicara dapat membangunkan kita. Ini adalah cara otak melindungi diri dari bahaya.
White noise bekerja dengan menutupi suara tiba-tiba tersebut. Ketika ada dengung tetap di latar belakang, suara lain menjadi tidak terlalu jelas dan tidak mengganggu. Otak kita pun lebih tenang karena tidak perlu terus menerus waspada. Hasilnya, kita dapat tidur lebih nyenyak dan tidak mudah terbangun.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa white noise memang membantu orang tertidur lebih cepat. Suara ini juga mengurangi frekuensi terbangun di tengah malam. Banyak orang yang tinggal di kota besar atau dekat jalan raya merasakan manfaat ini.
Mengapa Suara Hujan Sangat Disenangi?
Di antara banyak pilihan suara, suara hujan adalah yang paling disukai. Suara hujan memiliki pola yang tidak beraturan namun tetap konstan. Otak kita tidak dapat menemukan pola yang jelas, sehingga akhirnya berhenti mencoba dan menjadi rileks. Kestabilan ini membuat kita merasa aman dan nyaman.
Manfaat White Noise untuk Bayi
Bukan hanya remaja atau orang dewasa, bayi juga sering terbantu dengan white noise. Banyak orang tua menggunakan aplikasi atau mesin khusus untuk menenangkan bayinya. Alasannya cukup menarik yakni saat di dalam kandungan, bayi terbiasa mendengar suara darah mengalir dan detak jantung ibu yang cukup keras. White noise mengingatkan mereka pada lingkungan tersebut.
Penelitian menunjukkan bayi dapat tertidur lebih cepat dengan bantuan white noise. Tentu saja, volumenya harus disesuaikan agar tidak merusak pendengaran mereka.
Cara Menggunakan White Noise dengan Tepat
Saat ini sudah banyak aplikasi ponsel yang menawarkan berbagai pilihan suara. Ada suara hujan, ombak, angin, bahkan suara kereta api. Beberapa aplikasi bahkan dapat mencampur beberapa suara sekaligus. Selain aplikasi, ada juga mesin khusus yang dirancang untuk menghasilkan white noise dengan kualitas lebih baik.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Jangan memutar suara terlalu keras
Volume yang berlebihan dalam waktu lama dapat merusak pendengaran. Para ahli menyarankan volume sekitar 50-60 desibel, setara dengan suara percakapan normal.
2. Hindari ketergantungan
Beberapa orang dapat mengalami kesulitan tidur tanpa white noise, terutama saat bepergian. Oleh karena itu, gunakan white noise sebagai alat bantu, bukan keharusan mutlak.
White noise seperti suara hujan atau mesin memang terbukti membantu banyak orang tidur lebih nyenyak. Cara kerjanya sederhana yakni menutupi suara-suara gangguan dan membuat otak kita lebih rileks. Meskipun bukan solusi untuk semua masalah tidur, white noise dapat menjadi alat bantu yang efektif.
Bagi Anda yang belum pernah mencoba, tidak ada salahnya bereksperimen. Siapa tahu suara hujan atau kipas angin yang selama ini dianggap biasa justru dapat membantu Anda tidur lebih berkualitas. (jes/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana