Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ingin Kerja Produktif Tanpa Khawatir Burnout? Coba Teknik Kerja Pomodoro: Kerja Beres, Istirahat Enak

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 25 September 2025 | 21:27 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bagi mereka yang bekerja sebagai pegawai kantor atau pekerja lepas (freelance), bekerja terus-terusan di depan layar komputer atau menghadapi setumpuk buku tentu sangat melelahkan. Belum lagi ditambah dengan jam istirahat yang hanya sebentar dibanding dengan jam kerja dari pagi sampai sore.

Selain itu, terutama untuk generasi muda, bekerja nyaris tanpa henti tentu meningkatkan resiko burnout, atau kelelahan berkepanjangan. Selain tidak baik untuk kesehatan jiwa, burnout tanpa dilawan dengan istirahat cukup juga berbahaya karena juga berpengaruh pada kesehatan jiwa.

Namun jangan khawatir, ada teknik bekerja yang dapat dicoba untuk memastikan kerja tetap produktif, namun juga tetap punya istirahat cukup. Yakni teknik manajemen waktu pomodoro, alias teknik ‘tomat’.

Teknik pomodoro dicetuskan oleh pebisnis IT dan pengembang perangkat lunak asal Italia, Franceso Cirillo, berkaca dari pengalamannya ketika berkuliah di era 1980an. Teknik tersebut dinamakan pomodoro, alias tomat dalam bahasa Italia, karena semasa kuliah Cirillo memakai alarm dapur berbentuk tomat untuk memantau waktu mengerjakan tugas-tugasnya.

Pada prinsipnya, teknik pomodoro mengatur waktu kerja dan istirahat secara selang-seling. Jadi pekerja dapat bekerja sebentar, kemudian istirahat sebentar, lanjut kerja sebentar, istiahat lagi, dan seterusnya hingga selesai. “Dengan ini, dampak hilangnya fokus akibat interupsi atau gangguan saat bekerja dapat dikurangi,” jelas Cirillo dalam laman web pribadinya.

Kurang lebih, Cirillo mendeskripsikan teknik pomodoro dengan langkah-langkah berikut:

  1. Buat daftar apa saja yang harus diselesaikan hari ini.
  2. Pasang waktu timer atau alarm sebesar 25 menit, kemudian mulai bekerja
  3. Setelah alarm atau timer berbunyi, istirahat sejenak kurang lebih 5-10 menit, misal rebahan sejenak, stretching, minum kopi dan sebagainya. Waktu bekerja dan istirahat ini dihitung sebagai satu siklus pomodoro.
  4. Lanjut bekerja dengan mengulangi langkah nomer 2 dan 3 hingga tercapai empat siklus pomodoro, dengan kata lain bekerja empat kali plus istirahat empat kali.
  5. Jika sudah tercapai empat siklus pomodoro, ambil istirahat lebih lama, kurang lebih 20-30 menit sesuai kebutuhan. Catat juga pekerjaan apa saja yang sudah diselesaikan.
  6. Lanjut bekerja dengan mengulangi langkah nomer 2 hingga 5 hingga jam kerja selesai.
Ilustrasi Teknik Pomodoro
Ilustrasi Teknik Pomodoro

Kenapa harus 25 menit? Dikutip dari laman HelloSehat, penelitian membuktikan bahwa otak manusia paling optimal diajak bekerja selama jangka waktu tersebut. Di atas 25 menit, tubuh manusia akan mulai merasakan lelah, dan fokus perlahan mulai luntur.

Bagaimana jika pekerjaan selesai lebih dulu sebelum satu siklus pomodoro selesai? “Waktu yang tersisa dapat digunakan untuk meneliti kembali dan memperbaiki hasil kerja,” jelas Cirillo. Selain itu, Cirillo juga mendorong pekerja untuk menjadwalkan siklus pomodoro untuk esok hari jika sempat.

Untuk memantau waktu untuk melaksanakan siklus pomodoro, berbagai peralatam dapat digunakan. Bisa menggunakan timer atau alarm smartphone, jam beker, stopwatch, serta berbagai aplikasi timer yang tersedia secara online. Bahkan dewasa ini banyak laman yang menyediakan timer yang dirancang untuk menyesuaikan diri dengan skilus pomodoro. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#teknik pomodoro #Pomodoro #manajemen waktu #kelelahan #pekerjaan #kesehatan #jam istirahat #Generasi Muda #Istirahat #kerja #burnout #bekerja #freelance #teknik #alarm