RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akhir pekan libur Maulid Nabi Muhammad SAW bakal ditutup dengan fenomena alam langka. Gerhana bulan bakal dapat disaksikan di Indonesia pada Minggu malam (7/9), atau bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 Hijriah.
Menurut rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan kali ini merupakan gerhana ketiga dari empat kejadian gerhana bulan yang dapat disaksikan di dunia tahun ini. Yang istimewa, gerhana bulan kali ini merupakan gerhana bulan total, dan satu-satunya gerhana bulan yang dapat disaksikan dari Indonesia secara utuh.
Sebagai pengingat kembali, terbalik dengan gerhana matahari, ketika cahaya matahari ke bumi dihalangi oleh bulan (Matahari-Bulan-Bumi) , gerhana bulan terjadi ketika cahaya matahari ke bulan terhalang oleh bumi (Matahari-Bumi-Bulan).
Dengan terhalangnya cahaya matahari langsung ke permukaan bulan, partikel cahaya yang lebih pendek seperti cahaya warna biru akan diserap oleh bumi, sedangkan partikel cahaya yang lebih panjang seperti cahaya warna merah akan berjalan terus ke bulan. Sehingga ketika gerhana bulan terjadi, bulan akan berwarna merah.
Gerhana bulan akan dimulai di Indonesia pukul 22.26 WIB, dengan bentuk gerhana bulan penumbra. Gerhana bulan total akan dimulai tepat pada pergantian hari, yakni pada Senin (8/9) pukul 00.30 WIB.
Puncak gerhana bulan total bakal terjadi pada pukul 01:11 WIB, dan gerhana bulan berakhir pada pukul 03:56 WIB, sekitar periode sebelum sholat subuh. Sehingga gerhana total dapat disaksikan selama 1 jam 22 menit, dan gerhana bulan secara keseluruhan dapat disaksiskan selama 5 jam 26 menit.
Berbeda dengan gerhana matahari yang butuh alat penglihatan khusus untuk menghindari kebutaan, gerhana bulan dapat dilihat dengan kasat mata jika langit dalam keadaan cerah. Namun penggunaan alat bantu seperti kamera dan teleskop sangat disarankan untuk memudahkan melihat gerhana.
Selain itu disarankan pula untuk berpindah ke wilayah dengan polusi cahaya minim, misal di perbukitan atau pegunungan. Namun tidak harus dataran tinggi, semua lokasi dengan cahaya lampu minim dapat digunakan sebagai lokasi pengamatan gerhana bulan. (edo)
Jadwal fase gerhana bulan total pada 7-8 September 2025
- Gerhana penumbra dimulai - 22:26 WIB
- Gerhana sebagian dimulai - 23:26 WIB
- Gerhana total dimulai - 00:30 WIB
- Puncak gerhana - 01:11 WIB
- Gerhana total berakhir - 01:53 WIB
- Gerhana sebagian berakhir - 02:56 WIB
- Gerhana penumbra berakhir - 03:56 WIB