RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wedang angsle telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Jawa Timur selama lebih dari satu abad. Wedang Angsle bukan sekadar minuman, ia merupakan warisan kuliner yang melambangkan kehangatan malam di Jawa Timur, khususnya kawasan Malang.
Sekilas secara visual, wedang angsle mirip dengan kolak. Namun alih-alih menggunakan pisang, angsle menggunakan ketan, kacang hijau dan kelapa sebagai isian, sehingga lebih mirip dengan wedang ronde.
Anglse di era modern juga menggunakan potongan roti tawar sebagai topping yang mengenyangkan untuk menemani kacang hijau dan ketan. Bahkan di era modern, angsle juga tidak harus hangat, karena bisa disajikan sebagai minuman es.
Bahan membuat wedang angsle:
- 1,5 liter santan
- 300 gram gula pasir
- 2 lembar daun pandan
- 2-3 ruas jahe, memarkan
- 1/2 sdt garam
- 1-2 lembar potong roti tawar, potong dadu
- 100 gram sagu mutiara, rebus matang
- 100 gram kacang hijau, rebus matang
- 200 gram ketan putih, kukus hingga matang
- 1 buah petulo atau putu mayang, bisa diganti dengan tape singkong jika tidak ada
- 50 gram kelapa parut
Cara membuat wedang angsle:
- Rendam ketan putih selama menimal 4 jam. Setelah itu, keringkan dan kukus selama 30 menit.
- Dalam panci, rebus santan bersama gula pasir, garam, daun pandan, jahe yang sudah dimemarkan, dan garam. Aduk terus dan rebus hingga mendidih.
- Dalam mangkuk yang akan diisi angsle, masukkan sagu mutiara, kacang hijau, ketan putih, dan petulo atau tape singkong.
- Saring rebusan santan dan isi mangkok yang telah diisi hingga penuh.
- Taburkan roti tawar dan kelapa parut di atas angsle, sajikan selagi hangat.
Tidak hanya menghangatkan tubuh, wedang angsle juga dapat mengenyangkan perut lewat kandungan ketan, kacang hijau dan roti yang terkandung. Seperti yang telah disebutkan, angsle juga dapat dinikmati dalam keadaan dingin dan juga cocok untuk dihangatkan lagi. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana