RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masyarakat di seluruh dunia bakal punya alasan kuat untuk merasa hari Selasa (5/8) berjalan begitu cepat. Karena secara harfiah, hari ini bakal berjalan lebih cepat ketimbang biasanya.
Menurut data penelitian Observatorium Angkatan Laut Amerika Serikat sebagaimana dipublikasikan oleh timeanddate.com, meskipun benar bumi berotasi atau berputar pada porosnya dalam waktu 86.4000 detik alias 24 jam dalam sehari, rotasi bumi juga dipengaruhi dengan jarak rotasi atau perputaran bulan terhadap bumi.
Ketika bukan berada jauh di ujung selatan dan utara khatulistiwa, kecepatan rotasi bumi turut bertambah. Selain itu, medan gravitasi bumi turut memengaruhi rotasi bumi sendiri.
Tahun ini, ada tiga tanggal perkiraan bumi mengalami percepatan rotasi, yakni pada 9 Juli, 22 Juli dan 5 Agustus. Pada ketiga hari tersebut, bulan cenderung lebih dekat dengan kutub selatan atau utara. Meskipun demikian, percepatan hari tidak terlalu terasa, yakni 1,25 milidetik lebih cepat.
Sebagai perbandingan, hari terpendek yang pernah tercatat terjadi pada 5 Juli 2024 lalu. Kala itu, rotasi bumi berlangsung 1,66 milidetik lebih cepat ketimbang rata-rata.
Para peneliti sendiri yakin bahwa ada banyak faktor lain yang memengaruhi rotasi bumi selain posisi bulan dan gravitasi bumi. “Kebanyakan dari kami memperkirakan aktivitas dalam bumi yang menyebabkan hal tersebut, karena pergerakan ombak laut dan langit tidak cukup sebagai bukti,” ujar peneliti Universitas Moskow, Leonid Zotov kepada timeanddate.com.
Sementara peneliti Institut Oseanografi Scripps, Duncan Agnew memperkirakan aktivitas inti bumi menjadi penyebab utama percepatan rotasi bumi dan pergantian hari. Pandangannya, karena selama ini rotasi bumi sudah sangat melambat, kali ini inti bumi menyebabkan bumi berputar lebih cepat.
“Inti bumi memengaruhi kecepatan rotasi bumi selama berabad-abad. Selama 50 tahun terakhir rotasi bumi berjalan relatif lambat, sehingga kali ini rotasi bumi mulai berjalan lebih cepat kembali,” jelas Duncan kepada USA Today.
Tentu, dalam kehidupan sehari-hari percepatan waktu ini tidak terasa bagi umat manusia. Namun para peneliti berpandangan percepatan rotasi bumi lambat laun akan berpengaruh pada akurasi jam dunia.
Akurasi waktu ini nampak seperti hal sepele, namun krusial untuk berbagai hal, misal pengiriman data hingga waktu bercocok tanam untuk petani. Misal pandangan peneliti University of West Australia, David Gozzard, yang khawatir percepatan rotasi bumi dapat menyebabkan perbedaan waktu dan tujuan pengiriman data komputer.
“Pengiriman data dewasa ini berjalan cepat sekali. Sehingga data saat ini mengandung properti waktu pengiriman, agar komputer bisa menata tujuan data tersebut,” jelas David kepada The Guardian.
Sementara kolega David di National Measurement Institute Australia, Michael Wouters lebih menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam jangka panjang. “Banyak kegiatan yang harus kita lakukan dengan ketepatan waktu berbeda-beda, misal kapan kita dapat mulai menanam dan memanen hasil bumi. Seiring kompleksnya kehidupan masyarakat, semakin penting untuk mengetahui waktu dunia dengan lebih akurat,” jelasnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana