RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro bukan lagi sekadar jalur lintasan antarkota. Kini, kota ini menampilkan wajah baru sebagai destinasi staycation dengan deretan tempat ikonik yang memadukan budaya, alam, dan modernitas. Berikut daftar lengkap destinasi unggulan beserta daya tariknya.
Kayangan Api – Api Abadi yang Tak Pernah Padam
Terletak di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Kayangan Api adalah fenomena api abadi yang menyala terus-menerus, bahkan saat hujan. Tempat ini juga punya nilai sejarah sejak zaman Majapahit dan digunakan dalam ritual adat lokal.
Tersedia panggung budaya dan spot foto unik di area sekitar api. Kayangan Api menyatukan sains geologi dan tradisi lokal, menciptakan pengalaman spiritual sekaligus edukatif yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Teksas Wonocolo – Geopark Tambang Minyak Tradisional
Di Kecamatan Kedewan, “Texas Wonocolo” menyajikan panorama tambang minyak tua yang masih dikelola manual. Terdapat lebih dari 700 sumur aktif, menjadikannya geosite penting di Jawa Timur. Wisatawan dapat menikmati tur edukasi dan petualangan jeep trail.
Ini satu-satunya tempat di Indonesia di mana wisatawan bisa menyaksikan penambangan minyak tradisional yang masih aktif — memperkaya wisata edukatif dan ekonomi lokal.
Negeri di Atas Angin – Panorama dari Langit Bojonegoro
Di Desa Deling, Sekar, destinasi ini menawarkan sunrise di atas awan dan kisah legenda lokal yang kuat. Tempat ini cocok untuk camping dan foto-foto estetik.
Negeri di Atas Angin mengangkat potensi wisata perbukitan Bojonegoro yang bisa bersaing dengan destinasi seperti Bromo atau Dieng, dengan akses jauh lebih mudah dan murah.
Maliogoro Bojonegoro – Malioboro ala Bojonegoro
Maliogoro merupakan sentra wisata malam dan UMKM di jantung Kota Bojonegoro. Dibuka resmi pada 2023, Maliogoro menghadirkan suasana seperti Malioboro Yogyakarta dengan jalur pedestrian lebar, kursi taman, lampu klasik, dan kuliner khas Bojonegoro seperti sego jotos, tahu campur, dan es dawet jembut kebo.
Di sini, wisatawan bisa berbelanja kerajinan lokal, menonton pertunjukan seni jalanan, hingga sekadar menikmati malam yang syahdu. Maliogoro memperkuat identitas kota melalui revitalisasi ruang publik yang ramah UMKM dan ramah wisatawan, memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di pusat kota.
Jembatan Sosrodilogo – Simbol Urban Ikonik di Atas Bengawan Solo
Menghubungkan pusat kota dan Kelurahan Jetak, Jembatan Sosrodilogo bukan hanya infrastruktur vital, tapi kini juga ikon wisata malam Bojonegoro. Dengan lampu warna-warni, jalur pedestrian, dan pemandangan Bengawan Solo yang legendaris, jembatan ini jadi spot foto favorit.
Di malam hari, suasana romantis dan ramainya pedagang kaki lima menjadikan kawasan ini hidup hingga larut malam. Jembatan Sosrodilogo mempertemukan fungsi ekonomi, mobilitas, dan estetika kota — membuat area Bengawan Solo tak lagi sunyi, tapi hidup sebagai magnet urban tourism.
Waduk Pacal & Air Terjun Kedung Maor – Rekreasi Alami
Waduk peninggalan Belanda ini tetap jadi favorit keluarga untuk piknik dan santai. Sementara Kedung Maor menawarkan trekking ringan menuju air terjun alami yang masih asri.
Wisata alam Bojonegoro ini murah meriah dan cocok untuk slow travel, ideal bagi wisatawan keluarga maupun pecinta petualangan ringan.
GoFun Theme Park & Wana Wisata Dander – Hiburan Modern
Dua tempat ini jadi andalan wisata rekreasi keluarga. GoFun menyajikan wahana kekinian, sementara Dander menawarkan nuansa alam, waterpark, dan koleksi pesawat tempur sebagai spot edukatif.
Ketersediaan taman hiburan dan rekreasi edukatif menjadikan Bojonegoro ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga lintas usia.
Data Pendukung & Tren Wisata Kota
Harga tiket wisata Bojonegoro rata-rata di bawah Rp 10.000 — menjadikannya salah satu destinasi paling terjangkau di Jatim. Infrastruktur kota seperti trotoar Maliogoro dan pedestrian Sosrodilogo telah direvitalisasi sejak 2022, sehingga menjadikan Kota Bojonegoro lebih tertata, rapi dan bersih. Jumlah wisatawan lokal dan luar kota meningkat 35% pada semester awal 2024 menurut Dinas Pariwisata Bojonegoro.
Bojonegoro tak lagi sekadar kota penghasil minyak dan kayu jati. Dengan destinasi budaya, alam, dan urban yang semakin hidup, kota ini berkembang menjadi destinasi staycation yang lengkap: murah, menarik, dan membekas. Maka tak heran, jika hari ini Bojonegoro mulai dilirik sebagai “surga tersembunyi” bagi wisatawan yang jenuh dengan kota besar tapi tetap ingin suasana yang berkelas dan bermakna. (feb)
Editor : Yuan Edo Ramadhana