RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.
Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya bukan cuma untuk ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.
Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang kalian lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.
Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan:
1. Buat Goals/Target
Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya kalian menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan. Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana "aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!".
Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ kalian bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.
2. Susun sendiri jadwalmu
Perkara waktu seringkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.
Untuk itu, kalian bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.
Nah, jika sudah terbiasa, kalian perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.
3. Jalan Santai Dulu
Bagi kalian yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh "kaget". Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.
Hal itu bisa kalian lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat "menyiapkan" fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh. Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, kalian bisa menambah kecepatan secara perlahan.
4. Cari Teman
Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada "teman barengan". Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.
Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. Kalian juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.
Seiring waktu, kalian juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.
5. Niat Kuat, Jangan Cari Alasan
Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, kalian harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat kalian batal berlari.
Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi kaliam harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, "rebahan dulu deh, larinya bisa nanti...".
Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari. (*/sfh)
Editor : Bhagas Dani Purwoko