RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masih ingat pada zaman 2000an ketika para pengguna handphone saling bertukar foto dan lagu menggunakan koneksi Bluetooth? Ke depannya, bluetooh diperkirakan dapat menjadi tulang punggung media sosial.
Usai menyerahkan Twitter (sekarang X) kepada Elon Musk, ternyata salah satu pendirinya, Jack Dorsey masih doyan mengutak-atik teknologi perangkat lunak dan komunikasi. Pada Selasa malam (8/7), Jack mengenalkan proyek media soisal terbarunya, yakni, BitChat.
Sebelumnya, setelah keluar dari Twitter, Jack mendirikan media sosial pesaing bernama Bluesky, dengan struktur jaringan sosial serupa dengan Twitter namun dengan sistem desentralisasi data pengguna. Berangkat dari sistem tersebut, Jack membuat BitChat, yang bakal menjadi apilkasi pesan instan serupa dengan WhatsApp atau Telegram.
"Aplikasi ini tidak memerlukan internet, server pusat, bahkan nomor telepon atau email," klaim Jack melalui media sosial pribadinya. Secara spesifik, BitChat mengandalkan jaringan antar perangkat melalui koneksi Bluetooth untuk saling berkirim pesan, alih-alih menggunakan server berbasis internet seperti kebanyakan aplikasi pesan instan.
Dengan ini, sesuai dengan klaim Jack, pengguna tidak butuh nomor telepon atau username untuk saling berbagi pesan, dan smartphone miliki pengguna dapat menjadi perangkat pembangkit sinyal untuk memperluas jaringan Bluetooth.
Sama seperti koneksi Bluetooth saat ini, jaringan BitChat juga bergantung pada jarak antar pengguna, meskipun tidak sekecil saat ini. Jack sendiri memperkirakan satu pengguna dapat mengirim pesan kepada pengguna lain dari jarak maksimal 300 meter, cukup untuk komunikasi di wilayah kecil. Nantinya, Jack bakal mencoba mengintegrasikan koneksi Bluetooth dengan WiFi Direct untuk memperluas jangkauan jaringan aplikasi.
Dengan ini, Jack memperkirakan BitChat dapat digunakan dalam keadaan darurat tanpa koneksi internet, misal dalam keadaan bencana alam. Selain itu sama seperti aplikasi pesaing, BitChat memiliki enkripsi ujung-ke-ujung sehingga keamana data pengguna tetap terjamin.
Menilik halaman proyek GitHub milik Jack, BitChat juga menyediakan group chat layaknya aplikasi pesan lain, opsi menyimpan pesan di smartphone pengguna, penghapusan pesan menyeluruh, dan line command untuk mereka yang paham administrasi sistem bertukar pesan.
Saat ini BitChat baru tersedia untuk platform milik Apple, yakni iOS dan MacOS bagi sesama pengembang yang ingin mencoba aplikasi tersebut. Namun Jack juga menjelaskan, nantinya BitChat juga dapat digunakan oleh pengguna Android jika pengembang dapat menggunakan struktur aplikasi yang serupa dengan yang ada di GitHub miliknya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana