Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengapa Perempuan Lebih Mudah Marah Saat Menstruasi? Penjelasan Psikologi dan Biologis

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 3 Juli 2025 | 03:41 WIB
Ilustrasi siklus menstruasi.
Ilustrasi siklus menstruasi.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak perempuan merasakan perubahan suasana hati yang drastis selama periode menstruasi. Fenomena ini sering kali membuat mereka menjadi lebih sensitif atau mudah marah. Mengapa hal ini terjadi? Berikut adalah penjelasan dari sisi psikologi dan biologis.

1. Fluktuasi Hormon

Perubahan suasana hati saat menstruasi sebagian besar disebabkan oleh fluktuasi hormon reproduksi, terutama estrogen dan progesteron. Sebelum menstruasi, kadar estrogen menurun drastis, yang dapat memengaruhi produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam mengatur suasana hati. Rendahnya kadar serotonin sering dikaitkan dengan perasaan depresi, mudah marah, atau cemas.

2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)

PMS adalah kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul sebelum menstruasi. Gejala ini mencakup: Iritabilitas atau mudah marah, kecemasan, depresi ringan, dan lelah.

Menurut studi, sekitar 75% perempuan yang mengalami menstruasi melaporkan gejala PMS dengan intensitas berbeda-beda. Kondisi ini dapat memperburuk suasana hati dan membuat seseorang lebih reaktif terhadap situasi sehari-hari.

3. Faktor Psikologis

Tekanan sosial dan budaya sering kali membuat perempuan merasa harus tetap produktif meskipun sedang menstruasi. Beban ini dapat meningkatkan stres dan memengaruhi emosi mereka. Ketika tubuh tidak nyaman dan pikiran tertekan, respons emosional, seperti marah atau frustrasi, menjadi lebih sulit dikendalikan.

4. Kelelahan dan Ketidaknyamanan Fisik

Selama menstruasi, perempuan sering mengalami kram perut, sakit kepala, atau kelelahan. Kondisi fisik yang tidak nyaman ini dapat memengaruhi suasana hati, sehingga mereka menjadi lebih sensitif atau mudah tersinggung.

5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

PMDD adalah bentuk PMS yang lebih parah, memengaruhi sekitar 3-8% perempuan. Selain gejala PMS, PMDD dapat menyebabkan ledakan amarah, perubahan suasana hati yang ekstrem, hingga perasaan putus asa. PMDD memerlukan perhatian medis untuk pengelolaan yang tepat.

Cara Mengatasi Emosi Selama Menstruasi

1. Olahraga Ringan: Aktivitas fisik dapat meningkatkan produksi endorfin, yang membantu memperbaiki suasana hati.

2. Mengatur Pola Makan: Mengonsumsi makanan kaya serat, protein, dan omega-3 dapat membantu menstabilkan suasana hati.

3. Istirahat Cukup: Tidur yang berkualitas penting untuk menjaga keseimbangan hormon.

4. Teknik Relaksasi: Meditasi atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres.

5. Konsultasi Dokter: Jika emosi yang tidak terkendali mengganggu aktivitas sehari-hari, segera cari bantuan profesional untuk penanganan lebih lanjut.

Kesimpulan

Perubahan suasana hati selama menstruasi adalah respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon dan tekanan fisik. Memahami penyebabnya dapat membantu perempuan dan orang di sekitarnya untuk lebih sabar dan mendukung selama periode ini. Dengan langkah-langkah pengelolaan yang tepat, gejala emosional selama menstruasi dapat diminimalkan sehingga perempuan dapat menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#hormon #biologis #sindrom #Perempuan #menstruasi #psikologi #fluktuasi #pms