RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Trauma sering kali meninggalkan luka psikologis yang sulit dihilangkan. Bahkan, trauma masa lalu yang belum terselesaikan dapat sangat memengaruhi hubungan yang sedang dijalani saat ini. Tidak mengherankan jika banyak orang memilih untuk tidak lagi menjalin hubungan asmara karena dampak besar dari trauma masa lalu tersebut.
Segera atasi trauma Anda jika tidak ingin terus merasakan dampaknya pada hubungan Anda saat ini. Seseorang yang mengalami trauma biasanya cenderung menjadi seorang pribadi yang:
1. Merasa Tidak Layak Dicintai
Ketika trauma belum tuntas, Anda akan terus merasa tidak layak menerima cinta dari siapa pun dan menganggap diri sendiri terkutuk. Saat ada orang baru yang datang menawarkan kebahagiaan, perasaan tidak berharga ini akan muncul kembali sebagai penghalang yang sulit ditembus.
Alih-alih menghadapi trauma, Anda justru memilih untuk menjauh agar "kutukan" yang melekat pada diri Anda tidak menular ke orang di sekitar. Pola pikir semacam ini akhirnya membuat Anda memilih untuk sendiri dan tidak membiarkan luka batin Anda pulih melalui cinta yang sebenarnya ingin Anda berikan.
2. Memiliki Masalah Kepercayaan (Trust Issues) yang Sulit Diatasi
Trauma masa lalu memiliki "hubungan erat" dengan masalah kepercayaan (trust issues), terutama jika ada pengalaman dikhianati berulang kali oleh pasangan. Anda sering kali sulit memercayai orang lain, apalagi saat memulai hubungan dengan orang baru yang sebenarnya jujur dan setia.
Kecurigaan sering menghantui pikiran Anda dan Anda menganggapnya sebagai bentuk kewaspadaan. Padahal, waspada bukan berarti Anda tidak bisa memercayai orang lain. Namun, Anda sudah telanjur takut mengalami kisah pahit di masa lalu yang lukanya belum sembuh sampai sekarang.
3. Terus Mencari Kesalahan pada Diri Sendiri
Lebih buruk lagi, Anda juga mulai mencari kesalahan pada diri sendiri yang mungkin sebenarnya tidak ada. Trauma mengalahkan pemikiran logis Anda hingga penyebab pengalaman buruk di masa lalu dianggap berasal dari diri Anda sendiri.
Anda terus merasa ada yang salah dengan diri Anda karena hal-hal buruk terus terjadi dan menciptakan trauma yang mendalam. Padahal, semua yang terjadi adalah pelajaran hidup yang harus Anda lalui dan bukan karena kesalahan Anda.
4. Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Karena begitu yakin tidak layak dicintai dan selalu merasa diri salah, Anda memilih untuk menekan berbagai emosi yang sebenarnya masih bisa dirasakan. Sikap ini kemudian membuat Anda kehilangan kemampuan untuk menunjukkan emosi sebagai ekspresi perasaan Anda.
Semakin besar dampak trauma yang dialami, semakin sulit bagi Anda untuk mengekspresikan diri. Semua perasaan dan emosi ditahan dengan harapan trauma akan perlahan terkikis dan sembuh. Namun, jika terus menahan perasaan, Anda justru akan semakin kehilangan stabilitas mental dan terperangkap dalam trauma yang mendalam.
5. Sering Merasa Takut Ditinggalkan
Trauma yang belum tuntas berpotensi menyebabkan kecemasan berlebihan. Misalnya, jika Anda pernah memiliki pengalaman pahit ditinggalkan berulang kali oleh pasangan tanpa penjelasan, ketika Anda memulai hubungan dengan orang baru, Anda akan takut mengalami hal yang sama lagi.
Meskipun sudah berulang kali diyakinkan, ketakutan akan ditinggalkan lagi seolah enggan pergi dari pikiran. Pasangan yang sudah membersamai berhari-hari seolah tidak terlihat dan keharmonisan terus terhalang oleh ketakutan yang sebenarnya hanya ada di pikiran Anda sendiri akibat pengaruh trauma masa lalu.
Mengatasi trauma masa lalu memang bukan perkara mudah yang bisa langsung teratasi. Namun, bukan berarti Anda bisa menyerah pada keadaan hingga memengaruhi keharmonisan hubungan Anda di masa kini. Ayolah, bangkit dan perlahan "sembuhkan" trauma Anda agar Anda bisa melanjutkan hidup dengan lebih baik.
Sumber Referensi: IDNTimes
Editor : Bhagas Dani Purwoko