Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menurut Psikolog: 15 Frasa yang Seharusnya Berhenti Diucapkan Perempuan untuk Memperkuat Diri

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 20 Juni 2025 | 22:44 WIB

Ilustrasi perempuan salehah.
Ilustrasi perempuan salehah.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dalam upaya memberdayakan diri dan membangun rasa percaya diri yang lebih kuat, para psikolog menyarankan agar para perempuan menghilangkan 15 frasa tertentu dari kosakata mereka.

Frasa-frasa ini, meskipun seringkali diucapkan tanpa disadari, dapat secara halus merusak kekuatan, menegaskan dinamika kekuasaan yang tidak seimbang, dan mengurangi harga diri. Sebaliknya, mereka didorong untuk menggunakan kalimat alternatif yang mempromosikan ketegasan dan harga diri.

Dr. Crystal Saidi dengan tegas menyatakan, "Kata-kata itu penting, terutama yang kita ucapkan tentang diri kita sendiri. Ketika perempuan menggunakan frasa yang meremehkan, menyenangkan orang lain, atau mengecilkan diri, itu secara halus memperkuat dinamika kekuasaan dan membatasi seberapa percaya diri kita tampil."

Berikut adalah 15 frasa yang harus dihindari perempuan, beserta penjelasan dari para psikolog dan saran alternatifnya:

1. "Maaf..." (Terutama jika tidak ada yang perlu dimaafkan)

2. "Aku hanya..."

3. "Aku baik-baik saja." (Padahal tidak)

4. "Aku terlalu sensitif."

5. "Jangan terlalu drama." (Kepada diri sendiri)

6. "Ini mungkin terdengar gila, tapi..."

7. "Aku hanya berpikir..."

8. "Tidak apa-apa." (Padahal bukan)

9. "Apakah ini masuk akal?" (Setelah menyampaikan pendapat)

 

10. "Saya mungkin salah, tapi..."

11. "Terlalu banyak..."

12. "Saya tidak ingin merepotkan Anda."

13. "Apa pun yang Anda inginkan." (Ketika Anda sebenarnya punya preferensi)

14. "Saya bermaksud baik."

15. "Itu bagus untuk Anda."

Membangun Komunikasi yang Kuat dan Asertif Menghentikan kebiasaan mengucapkan frasa-frasa ini dan menggantinya dengan komunikasi yang lebih asertif adalah langkah penting bagi perempuan untuk merebut kembali kekuatan mereka. Ini bukan hanya tentang mengubah kata-kata, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang menghargai harga diri, memvalidasi emosi, dan berkomunikasi dengan keyakinan. Dengan demikian, perempuan dapat menunjukkan diri mereka secara lebih percaya diri dan sepenuhnya dalam setiap aspek kehidupan.


Sumber Referensi:

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Perempuan #emosi #psikologi #preferensi #komunikasi #psikolog #frasa