RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tanggal 14 Juni merupakan hari yang diperingati secara internasional dan nasional di berbagai belahan dunia. Setiap tahunnya, tanggal ini menjadi momentum untuk mengenang peristiwa penting dan menghargai kontribusi berbagai sektor dalam kehidupan masyarakat.
Meskipun tidak banyak diketahui, ada beberapa momen penting yang dirayakan pada tanggal tersebut yang erat kaitannya dengan sejarah peradaban manusia. Berikut adalah beberapa peringatan yang jatuh pada tanggal 14 Juni:
1. Hari Donor Darah Sedunia
Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day diperingati setiap tanggal 14 Juni. Peringatan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2004 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Perhimpunan Internasional Transfusi Darah, dan Federasi Internasional Organisasi Donor Darah. Pada tahun 2005, Majelis Kesehatan Dunia ke-58 menetapkan peringatan ini sebagai acara global tahunan.
Tanggal 14 Juni dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Karl Landsteiner, seorang ahli biologi dan dokter asal Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO dan faktor Rhesus, yang menjadi dasar dalam praktik transfusi darah modern.
Peringatan tahun ini mengangkat tema "Donor darah, donor harapan: bersama kita selamatkan nyawa". Tema ini mengangkat kesadaran bahwa setetes darah pendonor dapat berarti keberlangsungan hidup yang lebih lama, serta masa depan yang lebih cerah bagi penerima donor.
2. Hari Purbakala Nasional
Pada 14 Juni 1913, Pemerintahan Hindia Belanda mendirikan Jawatan Kepurbakalaaan (Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch Indie), sebuah dinas yang menangani pelestarian benda purbakala. Pada pendiriannya, peneliti asal Belanda, N.J. Krom menjadi pemimpin jawatan tersebut.
Setelah Indonesia merdeka, lembaga ini berkembang menjadi Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (DPCBP), yang bertugas melindungi dan melestarikan cagar budaya di Indonesia. Selain itu, kini kepurbakalaan Indonesia memiliki payung hukum berupa UU Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, dan UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Kini di Bojonegoro sendiri, upaya pelestarian cagar budaya juga gencar dilakukan oleh masyarakat dan akademisi sebagai bagian dari pewujudan geopark nasional Bojonegoro dengan pengakuan dari UNESCO. Banyak situs sejarah di Bojonegoro yang memiliki jejak peninggalan prasejarah, seperti Museum 13 SDN Panjunan 2 Kalitidu, Fosil Gigi Hiu Jono, dan banyak lagi.
3. Hari Mandi Sedunia
Ya, bahkan hal sesimpel mandi juga dirayakan di seluruh dunia. Pun demikian, perayaan ini berakar dari hubungan orang tua dengan anak, yakni mengajari anak untuk mandi dan menikmati waktu mandi dengan senang hati.
Inspirasi peringatan ini berasal dari penemuan yang tidak sengaja dilakukan oleh peneliti asal Yunani, Archimedes. Alkisah, ia ditugaskan oleh Raja Hiero II, pemimpin Syracuse kala itu untuk membuktikan kemurnian emas yang dikandung dalam mahkotanya.
Sambil berpikir, Archimedes memutuskan untuk mandi di rumahnya. Saat Archimedes masuk ke bak mandi, air bak tumpah dan meluber ke luar, sehingga Archimedes menyimpulkan bahwa volume air yang tumpah dari bak sama dengan volume tubuhnya. Archimedes pun berteriak "Eureka!" ("Ketemu!") dan lari ke luar rumah, riang gembira karena menemukan solusi dari tugas sang raja.
Atas dasar peristiwa tersebut, Hari Mandi Sedunia diusulkan untuk dirayakan sejak 2016 lalu. Tidak hanya bersih diri, Hari Mandi Internasional merayakan semangat eksplorasi dan keingintahuan yang bisa dimulai dari rumah sendiri.
4. Hari Boneka Sedunia
Secara spesifik, Hari Boneka Sedunia tidak jatuh pada 14 Juni setiap tahunnya. Hari Boneka Sedunia dirayakan setiap Sabtu kedua pada bulan Juni.
Peringatan Hari Boneka Sedunia diusulkan oleh Mildred Seeley pada 1986. Mildred menekankan pentingnya peran boneka dalam membentuk masa kecil, serta boneka sebagai simbol cinta dan kebahagiaan.
Sehingga melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk merawat kembali boneka mereka, serta menurunkannya pada anak atau sana saudara mereka. Boneka juga dapat disumbangkan bagi anak-anak yang kurang mampu. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana