RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga kelapa di Bojonegoro mengalami kenaikan cukup signifikan sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri hingga saat ini. Harga kelapa ukuran sedang yang biasanya hanya berkisar Rp 12.000 per biji, saat ini mencapai hingga Rp 25.000 per biji.
Sedangkan, untuk ukuran besar tembus hingga Rp 30.000 per biji. Kenaikan ini berdampak pada masyarakat hingga para pedagang khususnya. Penjual kelapa di Pasar Bojonegoro Yuli Lestari mengatakan, harga kelapa mulai mengalami kenaikan sejak malam Lebaran.
Harga kelapa yang biasanya hanya sekitar Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per biji. Naik menjadi sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per biji untuk ukuran sedang. Sedangkan, untuk ukuran besar mencapai hingga Rp 30.000 per biji saat ini.
Kebutuhan kelapa yang tidak sebanding dengan ketersediaannya menjadikan harga kelapa melejit. Selain itu, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. ’’Di hari biasa sekitar 25 biji (kelapa terjual). Di hari Lebaran mencapai 100 biji, habis,” katanya.
Hal yang sama disampaikan penjual kelapa di Pasar Bojonegoro Purnomo mengatakan, saat ini harga kelapa masih tinggi. Tapi, sudah mulai turun. Karena permintaan juga menurun. ’’Posisi pengiriman telat dari Bali. Karena Bali Nyepi, di sini Hari Raya Idul Fitri.
Jadi, kelapanya tidak keluar,” beber laki-laki yang sudah berjualan kelapa sejak 1996 tersebut. Kenaikan harga kelapa yang cukup signifikan dikeluhkan oleh masyarakat hingga penjual makanan yang menggunakan kelapa sebagai bahannya.
Seperti halnya yang disampaikan penjual gethuk dan serabih di Pasar Temayang, Anam mengatakan, harga kelapa ukuran sedang mencapai Rp 25.000 per biji, sedangkan yang besar sekitar Rp 30.000 per biji.
Padahal sebelum puasa harga kelapa masih sekitar Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per biji. Kemudian, naik menjadi sekitar Rp 18.000 per biji sebelum lebaran. ’’Sangat ngaruh untuk pedagang. Gethuk yang biasanya bisa dibeli dengan harga Rp 1.000, sekarang tidak bisa, minimal harus Rp 2.000. Untuk serabih juga gitu, ukurannya saya kurangi,” bebernya.
Menurutnya, kenaikan harga kelapa berdampak pada keuntungan yang didapat dari jualannya. Yakni, menurun sekitar 20 hingga 30 persen. Jadi, keuntungan tidak sebanyak dulu, ketika harga kelapa masih terjangkau.
’’Masyarakat juga banyak yang mengeluh. Biasanya sering masak yang bersantan, sekarang dikurangin. Bahkan, harga es cincau juga naik saat ini,” lanjutnya.
Keluhan sama disampaikan oleh Wiwik Witarti, mengaku keberatan dengan kenaikan harga kelapa saat ini. Karena bagaimana pun, ia membutuhkan kelapa untuk keperluan memasak. ’’Keberatan dengan kenaikan kelapa ini,” ujar ibu asal Kecamatan Trucuk tersebut. Mengingat tiap Lebaran, beraneka makanan bersantan disajikan. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana