Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lele Asap, Primadona Kuliner Asal Karangdayu: Habiskan Satu Kuintal Lele Per Hari, Utamakan Kebersihan Ikan

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 5 April 2025 | 19:00 WIB
PENGASAPAN: Seorang perempuan paro baya sedang fokus memanggang ikan lele dengan teknik pengasapan. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
PENGASAPAN: Seorang perempuan paro baya sedang fokus memanggang ikan lele dengan teknik pengasapan. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Aroma harum dari lele asap menyeruak memenuhi ruangan. Dengan lincah pemanggang ikan tawar tersebut membolak-balikannya. Memastikan lele yang dipanggang dengan asap bongkol jagung tersebut matang merata.

Di sisi lain, terdapat seorang ibu-ibu yang dengan cekatan membersihkan lele dari jeroan atau kotorannya. Kemudian, menusuk dengan tusuk bambu yang telah disiapkan. Sebelum akhirnya, masuk dalam proses pemanggangan atau pengasapan. Aktivitas tersebut dapat dijumpai sehari-hari di sentra lele asap Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno.

Pemilik usaha lele asap di Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno Hariyanto mengatakan, sudah memulai usaha lele asap sejak 2005-an lalu. Usaha yang menjadi ciri khas dari Kecamatan Baureno ini pertama kali dirintis oleh orang tuanya. Kemudian, karena usia dan faktor fisik, dilanjutkan olehnya.

Sebelum sebesar sekarang, usaha lele asap miliknya pernah melewati masa-masa perjuangan. Tepatnya, ketika akan kembali meneruskan setelah vakum beberapa tahun. Ia harus mulai mengenalkan lele asap dari orang ke orang setiap dini hari.

’’Langganan lama mengenal kami sebagai orang baru. Setiap hari membawa sekitar 10 hingga 15 kilogram selama berbulan-bulan. Kami jual malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari sampai Subuh. Kadang habis, kadang tidak. Alhamdulillah sekarang produksi setiap hari bisa mencapai sekitar satu kuintal,’’ bebernya.

Setiap tahapan dalam proses produksi lele asap dilakukan dengan hati oleh Hariyanto. Mulai dari mengambil bahan mentah dari bos langganan. Kemudian, masuk proses pembersihan jeroan, penusukan atau sering disebut congok, hingga proses pemanggangan atau pengasapan.

Tidak sendiri, dalam proses produksi, ia dibantu oleh dua rewang. Yakni, satu di bagian pembersihan ikan dan satu di bagian pengasapan.

’’Paling penting adalah kebersihan. Kalau tidak bersih, hasilnya kurang bagus, daging gampang rusak,” terangnya. Selain lele, Hariyanto juga memproduksi ikan laut bersisik dan tidak bersisik. Juga, beberapa jenis ikan tawar lainnya.

Namun, dari semua jenis ikan tersebut, ikan lele asap tetap menjadi primadona. Menurutnya, ikan lele asap tidak hanya digemari oleh masyarakat lokal Bojonegoro. Tapi, beberapa orang dari luar daerah juga ketagihan ketika mencoba nikmatnya ikan asap.

Seperti, beberapa pelanggan dari Jombang yang tengah berkunjung ke sanak-saudara di Bojonegoro. Tak jarang dan berulang kali, mereka membeli ikan lele asap.

’’Biasanya orang Jombang juga mengambil. Karena belum banyak yang mengenal ikan lele asap dari Bojonegoro. Jadi, kalau main ke rumah saudara di sini, pasti mampir untuk membeli,” pungkasnya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#baureno #langganan #asap #ikan asap #ikan #bojonegoro #Primadona #ikan lele #ikan tawar #Lele