BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Taman jembatan Kanor-Rengel (Kare) di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, kian menyedot animo masyarakat sejak awal tahun ini. Taman di selatan Sungai Bengawan Solo itu menjadi jujugan warga, khususnya saat sore.
Namun, kondisi taman yang kian ramai hingga menumpuknya arus kendaraan, masih belum ada pengelolaan secara resmi.
‘’Sekarang memang masih belum ada yang mengelola, karena sejauh ini memang belum ada peresmian,” ungkap Sekretaris Desa Semambung Tulus Cahya.
Meski disadari pengelolaannya masih liar, namun karena kian ramainya pengunjung di taman tersebut, masyarakat sekitar akhirnya berinisiatif untuk mengelola. ‘’Masyarakat lingkungan sekitar sepakat untuk mengelola, daripada parkir-parkirnya tidak jelas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Joni Agus Handoko menyampaikan, berdasarkan data LPSE Bojonegoro, taman tersebut digarap oleh satuan kerja Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro.
‘’Penataan Landscape lahan selatan Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban,” terangnya.
Berdasarkan data tersebut, pembangunan menelan anggaran mencapai Rp 3,7 miliar, dengan pagu sebelumnya yakni 3,8 miliar.
Candra Dewi, salah satu pengunjung mengatakan, datang ke kawasan taman tersebut untuk bersantai bersama keluarga. Ternyata, tempatnya dirasa cukup bagus untuk bagi masyarakat yang jenuh di taman kawasan kota.
‘’Lebih seger, terutama saat sore hari,” terang perempuan asal Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota itu. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana