Memancing menjadi hobi berbagai kalangan. Dari pegawai swasta, pemerintah desa (pemdes), hingga tukang pijat. Tak segan ikut lomba jadi pilihan. Tujuannya, tidak hanya menang, tapi juga merasakan sensasi strike atau saat umpan disambar ikan.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
HENING menyelimuti Kolam Pancing (KP) Pandu Setia Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo kemarin (12/1). Meski puluhan orang berjajar mengelilingi bibir kolam tak membuat suasana riuh ramai.
Hanya sesekali teriakan girang terucap saat kail pemancing terasa ditarik dan pelampung bergerak. Alias tanda umpan dilahap ikan. Terik panas matahari tak buat goyah penikmat hobi satu ini. Hujan juga tak buat gentar.
Konsentrasi sudah diarahkan sepenuhnya di joran. Mungkin bagi banyak orang hobi memancing tidak begitu menyenangkan atau bahkan dianggap buang-buang waktu. Namun, bagi penikmat strike tentu berbeda.
Rasa sabar, menguasai medan, hingga teknik sangat diperlukan. Makanya, tak jarang dari pemancing rela merogoh kocek tak sedikit untuk mengikuti perlombaan memancing. Seperti perlombaan dilakukan KP Pandu Setia Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo.
Biaya registrasi mencapai Rp 140 ribu, tapi peserta mencapai 50 peserta dari Kabupaten Tuban hingga Lamongan. Pemenang diambil dari perolehan massa ikan terberat. Kategori lomba pun beragam. Dari juara 1-5 hingga galatama atau C1-C3.
’’Kadang ada biaya registrasi Rp 300 ribu hadiah sampai Rp 30 juta sampai biaya Rp 1 juta hadiah mobil,” kata Pengelola KP Pandu Setia Tulus Setia Nugraha saat ditemui di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo.
Dia mengatakan, animo pemancing cukup tinggi. Karena hobi satu ini memiliki segmentasi tersendiri. Dari berbagai kalangan seperti pegawai swasta, pemdes, hingga tukang pijat. Semua jadi satu dan tidak memandang status saat di arena pemancingan.
Karena tujuannya menyalurkan hobi. ’’Sebenarnya yang paling disukai pemancing itu saat strike. Makanya rela menunggu berjam-jam bahkan harian. Masalah harga biasanya tidak jadi masalah,” ucap Tulus.
Dia menambahkan, karena hobi, rerata pemancing tidak segan merogoh kocek cukup tinggi. Seperti membeli umpan hingga joran dengan harga mulai Rp 800 ribu sampai Rp 4 juta. Namun, sayangnya, kata dia, belum ada banyak wadah di Bojonegoro. Kompetisi pun minim.
Padahal, menurutnya, banyak daerah membuat agenda perlombaan memancing dengan skala besar. Perolehan hadiah mencapai puluhan juta. Dia berharap, pemerintah kabupaten (pemkab) turut memerhatikan hobi tak banyak dilirik ini. ’’Daerah lain biasanya dimasukkan juga di Bupati Cup. Tapi, sini belum ada,” ujarnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana