Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pahit dan Manisnya Bisnis Budidaya Ikan Hias Guppy

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:00 WIB
BUDIDAYA: Ikan hias guppy dibudidayakan Moh Azam Saifuddin sejak duduk di bangku SMA atau tahun 2022 lalu. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)
BUDIDAYA: Ikan hias guppy dibudidayakan Moh Azam Saifuddin sejak duduk di bangku SMA atau tahun 2022 lalu. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Selain menjadikan sebuah hobi, ikan hias juga bisa digunakan sebagai media bisnis dan bisa menghasilkan sebuah keuntungan yang lumayan.

Remaja yang berasal dari Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro ini berhasil membudidayakan ikan hias guppy di rumahnya sendiri. Bermodalkan pengalaman serta hobi yang didapatnya, remaja bernama Moh. Azam Saifuddin membuka usaha budidaya ikan hias dengan memanfaatkan peluang bisnis mengenai ikan hias di daerahnya.

Azam mulai budidaya ikannya sejak duduk di bangku sekolah yakni sekitar 2022. Azam mengatakan, tidak ada niatan awal dalam membangun budidaya ikan hias guppy ini dikarenakan hanya sebagai media kesenangannya dalam merawat ikan hias.

Namun, tanpa disangka kebiasaannya dalam melihat sebuah peluang bisnis di jejaring media sosial YouTube membuatnya menemukan ide dan peluang besar mengenai budidaya ikan hias dan memutuskan untuk memulai usaha dalam budidaya ikan hias guppy.

Perjalanan dalam membangun sebuah usaha budidaya ikan hias ini, Azam mengaku banyak sekali mengalami tantangan dan kesulitan yang mana modal awal dari pembangunan yang dipakai adalah tabungan 100 ribu yang dia miliki.

Dengan kebingungan untuk memulai dari mana dan jarangnya penjual atau budidaya ikan hias guppy menjadikan Azam berkeliling mencari sepasang ikan guppy. Yakni, lima jantan dan sepuluh betina. Namun, elang beberapa hari ikannya mati.

Kemudian Azam kembali mencoba untuk membeli ikan guppy jenisan di e-commerce. Namun, sayangnya mati lagi, hal ini tidak mengurungkan tekadnya untuk terus membeli dan membeli lagi dengan modal uang jajan yang disisihkan. Bahkan, sempat dimarahi orang tuanya.

’’Berhasilnya tuh ketika saya sudah mengalami ikan yang berkali-kali mati dan ketemu di titik itu ikan bisa melahirkan banyak dan tidak ada yang mati. Mungkin di titik ini juga saya paham ikan itu sakit apa yang menyebabkan mati, faktornya mungkin airnya atau mungkin pakannya kebanyakan,” jelasnya.

’’Di saat itu saya mencoba. Ternyata ikan itu lebih suka ditaruh di luar terkena sinar matahari. Juga saat ngasih makanan itu jangan banyak-banyak. Karena makanan itu juga bisa menjadi sebuah racun untuk ikan,” ungkapnya.

Dalam perawatan ikan hias guppy sendiri dikatakan terlalu sulit juga tidak, mudah juga tidak. Ikan hanya perlu ditempatkan di luar ruangan dan terkena sinar matahari dan tidak boleh dikasih pakan yang terlalu banyak yang menyebabkan makanan tersebut menjadi amoniak atau racun.

Hal tersulit dan perlu ketelatenan yang tinggi saat ikan terkena kutu jarum dikarenakan untuk cara mengantisipasinya harus di cabut satu per satu di badan ikan. Dan, jika ada ikan yang sakit, airnya harus diganti dengan yang baru. Selain itu, budidaya ikan pasti ada tantangan berupa banyaknya ikan yang mati.

’’Tantangan utamanya kalau pas mati, apalagi dalam jumlah yang banyak. Saya pernah satu jenis mati semua itu. Akhirnya, start dari awal lagi beli sepasang lagi padahal saat itu udah banyak,” tuturnya.

Sebuah tantangan serta kesulitan tersebut tentu ada hasil yang baik pada akhirnya. Azam berhasil membudidayakan ikan hias secara mandiri di samping rumahnya. Dengan modal seadanya serta ketekunan yang besar Azam mampu membuktikan ketekukan tersebut menjadi pundi-pundi uang, yang dijual mulai dari Rp 5.000 per ekor dan Rp 10.000 per pasang.

Tinggi rendahnya harga juga tergantung jenis ikan, faktor kelangkaan, juga corak, lebar ekor, dan lainnya. Harga paling murah berjenis Black Moscow dan Green Light yang dijual Rp 10.000 ribu per pasang. Dan, paling mahal berjenis Galaksi Sunset Crowntail yang dijual Rp 50.000 per pasang.

Dalam budidayanya, juga ada sekitar 15 jenis ikan guppy seperti Metal Snake Skin Blue Tail, Metal Snake Skin Black Tail, Purple Dragon, Dumbo Ear, dan lain sebagainya. Dalam penjualan sendiri biasanya dijual di wilayah sekitar hingga merambah di e-commerce yang dalam penjualannya sudah sampai luar daerah seluruh Indonesia.

’’Yang paling banyak keuntungannya sekitar Rp 2 juta bersih. Tapi, enggak terus Rp 2 juta, kadang Rp 1,5 juta per bulan. Dan, titik terendah itu pernah sekali hanya untung Rp 500 ribu per bulan. Tapi, rata-rata ya di Rp 1.5 juta itu per bulan,” tandasnya.

Azam yang sekarang sedang menempuh kuliahnya di Universitas Negeri Malang ini melanjutkan dan merawat budidaya ikan hias guppynya diserahkan kepada ibunya dan hanya sesekali Azam pulang untuk mengeceknya. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#keuntungan #baureno #e-commerce #budidaya #ikan guppy #ikan #remaja #uang jajan #Hobi #Budidaya Ikan #ikan hias