RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi para siswa dan anak kos di Bojonegoro, Warung Nasi Kucing Haji Sukidjan sudah menjadi tempat makan favorit yang menawarkan harga terjangkau dengan rasa yang enak.
Warung ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin menikmati makanan lezat tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Terutama ketika uang saku mulai menipis di akhir bulan. Salah satu pelanggan warung ini adalah Hendri, seorang siswa yang tinggal di kos-kosan di daerah kota Bojonegoro.
Hendri mengungkapkan, betapa nasi kucing di warung yang terletak di Jalan Gajahmada itu menjadi penyelamat baginya ketika uang saku mulai habis. ’’Bayangkan saja, dengan uang Rp 10.000, saya bisa dapat tiga bungkus nasi kucing dan gorengan. Cukup banget buat makan malam,” katanya.
Nasi kucing, makanan yang identik dengan porsi kecil dan harga murah ini, memang terkenal di kalangan mahasiswa dan anak kos. Meskipun porsinya kecil, isian nasi kucing cukup beragam dan lezat.
Biasanya terdiri dari nasi dengan lauk sederhana seperti oseng tahu, sambal, dan terkadang potongan tempe atau ikan teri. Dengan rasa yang sederhana namun nikmat, banyak pelanggan tidak ragu membeli beberapa bungkus sekaligus.
’’Biasanya saya ambil dua atau tiga bungkus. Rasanya sederhana tapi enak, dan cocok untuk kita yang uangnya pas-pasan,” lanjut Hendri. Namun, yang membuat Warung Haji Sukidjan lebih istimewa di mata para pelanggannya bukan hanya harga yang murah. Suasana di warung ini juga menjadi daya tarik tersendiri.
’’Tempatnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman buat nongkrong, terutama di malam hari. Apalagi buka 24 jam, jadi kalau kelaparan tengah malam, tinggal jalan ke sini,” tambah Hendri.
Warung Haji Sukidjan bukan hanya sekadar tempat makan. Bagi para siswa, pekerja, dan anak kos di Bojonegoro, warung ini juga menjadi tempat berkumpul yang nyaman. Di tengah padatnya kegiatan kuliah dan sekolah, banyak dari mereka yang memanfaatkan momen makan di warung ini untuk sekadar bercengkerama dengan teman-teman.
Suasana yang hangat dan santai di warung tersebut membuat banyak pengunjung betah berlama-lama. Selain itu, lokasi Warung Haji Sukidjan yang strategis menjadi salah satu alasan lain mengapa warung ini begitu digemari.
Fahmi, seorang siswa lain yang juga sering makan di sana, mengungkapkan bahwa jarak warung ini yang dekat dari sekolahnya membuatnya sering mampir untuk makan sebelum pulang ke kos. “Dekat dari sekolah, jadi pas pulang sekolah bisa mampir dulu sebelum balik ke kos,” ujarnya.
Kenyamanan dan harga terjangkau inilah yang membuat Warung Nasi Kucing Haji Sukidjan semakin populer di kalangan anak kos dan mahasiswa. Dengan harga yang murah dan rasa yang tetap terjaga, warung ini mampu memenuhi kebutuhan makan mereka yang memiliki anggaran terbatas.
Tidak hanya itu, dengan jam operasional yang 24 jam, warung ini menjadi andalan bagi siapa saja yang membutuhkan makanan di waktu-waktu tak terduga, terutama bagi mereka yang sering begadang atau lapar di tengah malam.
Warung Nasi Kucing Haji Sukidjan seolah menjadi jawaban bagi mahasiswa dan anak kos yang ingin menikmati makan malam dengan uang pas-pasan tanpa harus mengorbankan cita rasa.
Di tengah tingginya biaya hidup, kehadiran warung seperti ini tentu menjadi penyelamat bagi mereka yang harus mengatur keuangan dengan bijak. Bagi Hendri, Fahmi, dan banyak pelanggan lainnya, nasi kucing bukan hanya makanan, tapi juga teman setia dalam menjalani hari-hari mereka di Bojonegoro. (fra/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana