RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bojonegoro dikenal memiliki beragam kuliner lezat yang tersebar di berbagai pelosok wilayahnya. Salah satu yang melegenda adalah Warung Lek Ran, terletak di Kecamatan Bubulan. Tepatnya, di depan Balai Desa Cancung, sekitar 23 kilometer dari Alun-Alun Bojonegoro.
Bagi masyarakat setempat, warung ini bukan hanya sekadar tempat makan, tapi juga sudah menjadi kuliner yang bertahan selama hampir tiga dekade. Didirikan pada 1994, Warung Lek Ran telah melayani pelanggan setia selama 30 tahun.
Warung ini tak hanya dikenal karena kelezatan menu yang ditawarkan, tetapi juga karena keunikan waktu operasionalnya yang tidak biasa. Di saat kebanyakan warung serupa mulai beroperasi pada sore atau malam hari, Warung Lek Ran justru sudah buka sejak pukul 10.00 WIB hingga semua makanan habis terjual pada sore hari.
Keputusan ini membuat warung tersebut menjadi destinasi kuliner unik di Bubulan. Lek Ran, sang pemilik warung, mengerti betul selera pelanggan di sekitarnya. Menu andalannya antara lain nasi goreng, nasi goreng mawut, mi goreng, mi godok, capcay, dan koloke.
Setiap hidangan dimasak dengan bumbu khas yang membuat pelanggannya selalu ingin kembali. Cita rasa makanan di Warung Lek Ran tidak hanya lezat, tapi juga pas di lidah masyarakat sekitar yang gemar menikmati makanan bercita rasa lokal dengan porsi yang mengenyangkan.
Nasi goreng dan mi goreng menjadi primadona, terutama karena dua menu ini kerap kali menjadi pilihan banyak orang saat mencari makan pada sore atau malam hari. Namun, di warung ini, kedua menu tersebut dapat dinikmati sejak pagi menjelang siang, menawarkan pilihan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Selain itu, variasi menu seperti capcay dan koloke menambah daya tarik warung ini karena mampu memenuhi selera yang berbeda-beda. Yang lebih menarik lagi, harga di Warung Lek Ran sangat ramah di kantong. Mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 10.000, pelanggan sudah bisa menikmati hidangan enak dan mengenyangkan.
Tak heran, warung ini kerap dipadati oleh pelajar, pekerja, dan warga sekitar yang ingin makan siang atau sekadar mengisi perut dengan menu favorit. Salah satu daya tarik utama Warung Lek Ran adalah waktu operasionalnya yang berbeda dari kebanyakan warung makan.
Pada umumnya, nasi goreng dan mi goreng lebih sering dijual mulai sore hingga malam. Namun, di Warung Lek Ran, menu tersebut sudah tersedia dari pagi hingga sore. Bagi masyarakat yang terbiasa menikmati hidangan berat di pagi atau siang hari, ini tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri.
’’Orang-orang di sini memang banyak yang cari nasi goreng atau mi goreng di pagi hari. Kadang mereka butuh makanan yang mengenyangkan sebelum mulai bekerja atau beraktivitas,” ujar Lek Ran saat ditemui. ’’Saya buka dari jam 10.00 WIB sampai habis. Kadang cepat habis, kadang bisa sampai sore,” imbuhnya.
Keunikan ini membuat Warung Lek Ran selalu ramai sejak pagi. Pelanggan datang silih berganti, baik yang makan di tempat maupun yang membawa pulang pesanan. Warung ini tidak hanya melayani masyarakat sekitar Kecamatan Bubulan.
Tetapi, juga pelanggan dari kecamatan lain yang sengaja datang untuk menikmati menu legendaris di warung ini. Setelah 30 tahun berdiri, Warung Lek Ran berhasil bertahan di tengah berbagai perubahan zaman dan tren kuliner yang datang silih berganti.
Bagi Lek Ran, kunci kesuksesannya adalah konsistensi dalam rasa dan pelayanan yang ramah. Meski warungnya terlihat sederhana, banyak pelanggan yang merasa nyaman dan selalu datang kembali.
’’Biarpun warung kecil, yang penting rasa tetap enak dan pelanggan puas,” kata Lek Ran. Dengan harga yang terjangkau, menu lezat, dan waktu operasional unik, Warung Lek Ran tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Bubulan dan sekitarnya.
Selama hampir tiga dekade, warung ini telah menjadi bagian dari cerita kuliner Bojonegoro, dan dengan segala keistimewaannya, sepertinya akan terus melegenda untuk tahun-tahun mendatang. (fra/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana