RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap desa pasti berlomba-lomba dalam menggali sebuah potensi yang bisa dimanfaatkan dan digunakan. Mungkin sebagai sebuah wisata atau apapun yang bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke sana.
Selain itu, juga bisa menjadi bagian dari pendapatan desa melalui pengembangan potensi desa. Hal ini seperti pemerintah Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro yang memanfaatkan sebuah lahan kosong menjadi sebuah tempat bermain dan juga sebagai edukasi dan bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan warga.
Wahana Tjok Brosot sendiri dibuka pada 2019 yang berada di Desa Deru. Pendirian wahana Tjok Brosot ini juga didasari oleh gagasan kepala desa sesuai dengan amanat warga dengan memanfaatkan sebuah lapangan kosong dan membuat sebuah embung.
Namun, Mulyono selaku Kepala Desa Deru mengatakan, bahwa jika lahan tersebut hanya dibuat sebuah embung dan lapangan olahraga saja, maka terkesan akan membosankan. Sehingga, Mulyono melakukan gagasan dengan memberikan beberapa wahana seperti perahu bebek di embung tersebut dan juga taman bermain anak-anak.
Selain itu, Mulyono juga mempunyai banyak perencanaan mengenai keberlanjutan wahana Tjok Brosot dengan menambahkan beberapa wahana serta fasilitas-fasilitas lain yang bisa menunjang keindahan serta menjadi daya tarik masyarakat,
’’Ini juga sudah kami pasang untuk wahana flying fox-nya tapi belum dioperasikan. Kemudian, yang di depan untuk permainan anak-anak juga akan kami lengkapi. Cuma dana kan setiap tahun yang kami anggarkan diurus BUMDes dan saat itu juga mendapatkan bantuan dari pemerintah kami buat angkringan di sebelahnya,” ungkapnya.
Dari pihak desa sendiri akan membuatkan sebuah monument helicopter yang ditujukan sebagai bentuk media edukasi anak-anak dengan berkoordinasi dengan TNI untuk memberikan sebuah helikopter bekas untuk dijadikan monumen.
Perencanaan ini sendiri sudah dalam proses dan sudah mendapatkan rekomendasi dari pihak kabupaten. Harapan Mulyono dengan segala perencanaan tersebut Wahana Tjok Brosot nantinya akan dijadikan sebagai arena wisata edukasi anak-anak.
’’Termasuk yang outbound rencana kami itu ingin mengenalkan anak-anak dengan membuat penangkaran burung sebagai media edukasi dan pengetahuan bagi anak-anak,” pungkasnya. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana