Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kurang Terawatnya Fasilitas dan Wahana, Wisata Puthuk Kreweng Berangsur Sepi Pengunjung

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 19 September 2024 | 16:30 WIB
SEPI PENGUNJUNG: Okupansi Wisata Puthuk Kreweng turut Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro secara berangsur sepi pengunjung. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)
SEPI PENGUNJUNG: Okupansi Wisata Puthuk Kreweng turut Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro secara berangsur sepi pengunjung. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wisata Puthuk Kreweng merupakan wisata alam buatan yang berada di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Wisata buatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Mojodelik Yuntik Rahayu pada 2021.

Wisata Puthuk Kreweng sendiri menyajikan berbagai macam fasilitas dan berbagai macam wahana seperti flying fox, kolam renang, ATV dan berbagai macam spot foto dengan background pemandangan di atas dataran tinggi

Namun, dengan segala keindahan tersebut, sayangnya, wisata ini terpaksa mengalami sepi pengunjung. Berdasar pantauan tim Jawa Pos Radar Bojonegoro, Wisata Puthuk Kreweng sudah tergolong pada wisata yang mulai terbengkalai.

Mengingat ada beberapa fasilitas yang sudah rusak dan tidak terawat. Bahkan, fasilitas seperti spot foto dan kolam renang juga sudah mulai terlihat tidak terurus. Berdampingan dengan sepinya wisata tersebut memengaruhi penghasilan dan perekonomian dari warung-warung yang berada di sekitar wisata tersebut.

Utari salah satu pedagang yang sudah membuka sebuah warung di sekitar wisata tersebut sejak pembangunan wisata tersebut juga merasakan dampak dari sepinya Wisata Puthuk Kreweng.

’’Untuk penghasilan ya beda. Dulu kan ramai. Jadi, ya penghasilannya lumayan. Kalau sekarang sepi. Kalau ramai malam, itu aja cuman nongkrong-nongkrong gitu. Tapi, kalau liburan ya banyak anak-anak. Tapi, enggak seramai pas awal-awal buka satu tahun dua tahun ramai,” ungkapnya

Sepinya wisata ini sendiri memang terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya juga karena Covid-19. Selain itu, salah satu pembeli yang juga warga sekitar mengatakan penyebab sepinya Wisata Puthuk Kreweng memang kurangnya wahana dan kurangnya perawatan yang membuat banyak wahana dan fasilitas di dalam wisata banyak yang rusak.

Dengan berbagai macam permasalahan tersebut, dari pihak pengelola sendiri belum bisa memberi penjelasan. Karena, saat Jawa Pos Radar Bojonegoro ke lokasi tidak ada yang menjaga dan sangat sepi.

Selain itu, hingga berita ini ditulis, Kades Mojodelik Yuntik Rahayu sendiri yang merupakan salah satu penggagas wisata tersebut belum memberikan keterangan mengenai perkembangan ataupun perencanaan Wisata Puthuk Kreweng. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#flying fox #perawatan #spot foto #Desa #fasilitas #Wisata #warung #Pemandangan #Kolam Renang #terbengkalai #liburan #wahana #bojonegoro #wisata alam #gayam #Penghasilan #kades #Puthuk Kreweng