RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wisata Puthuk Kreweng merupakan wisata alam buatan yang berada di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Wisata buatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Mojodelik Yuntik Rahayu pada 2021.
Wisata Puthuk Kreweng sendiri menyajikan berbagai macam fasilitas dan berbagai macam wahana seperti flying fox, kolam renang, ATV dan berbagai macam spot foto dengan background pemandangan di atas dataran tinggi
Namun, dengan segala keindahan tersebut, sayangnya, wisata ini terpaksa mengalami sepi pengunjung. Berdasar pantauan tim Jawa Pos Radar Bojonegoro, Wisata Puthuk Kreweng sudah tergolong pada wisata yang mulai terbengkalai.
Mengingat ada beberapa fasilitas yang sudah rusak dan tidak terawat. Bahkan, fasilitas seperti spot foto dan kolam renang juga sudah mulai terlihat tidak terurus. Berdampingan dengan sepinya wisata tersebut memengaruhi penghasilan dan perekonomian dari warung-warung yang berada di sekitar wisata tersebut.
Utari salah satu pedagang yang sudah membuka sebuah warung di sekitar wisata tersebut sejak pembangunan wisata tersebut juga merasakan dampak dari sepinya Wisata Puthuk Kreweng.
’’Untuk penghasilan ya beda. Dulu kan ramai. Jadi, ya penghasilannya lumayan. Kalau sekarang sepi. Kalau ramai malam, itu aja cuman nongkrong-nongkrong gitu. Tapi, kalau liburan ya banyak anak-anak. Tapi, enggak seramai pas awal-awal buka satu tahun dua tahun ramai,” ungkapnya
Sepinya wisata ini sendiri memang terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya juga karena Covid-19. Selain itu, salah satu pembeli yang juga warga sekitar mengatakan penyebab sepinya Wisata Puthuk Kreweng memang kurangnya wahana dan kurangnya perawatan yang membuat banyak wahana dan fasilitas di dalam wisata banyak yang rusak.
Dengan berbagai macam permasalahan tersebut, dari pihak pengelola sendiri belum bisa memberi penjelasan. Karena, saat Jawa Pos Radar Bojonegoro ke lokasi tidak ada yang menjaga dan sangat sepi.
Selain itu, hingga berita ini ditulis, Kades Mojodelik Yuntik Rahayu sendiri yang merupakan salah satu penggagas wisata tersebut belum memberikan keterangan mengenai perkembangan ataupun perencanaan Wisata Puthuk Kreweng. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana