RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menikmati sebuah wisata edukasi mungkin bisa menambah wawasan sembari menikmati wisata atau wahana yang tersedia. Hal ini berbeda dengan wisata edukasi biasanya yang di mana para pengunjung atau wisatawan diberi sebuah edukasi mengenai pertanian.
Mengingat dalam wisata ini terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai macam perlatan pertanian yang terbilang kuno. Destinasi wisata ini bernama Wisata Edukasi Pejambon yang terletak di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.
Di sini para pengunjung bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang ada seperti outbound, museum, kolam renang, hingga banyak spot foto-foto yang menarik berlatar belakang persawahan dan dengan adanya taman serta rindangnya pohon di sepanjang jalan menambah kesegaran serta keasrian para pengunjung.
Menurut Andi selaku Ketua BUMDes Pejambon mengatakan, bahwa wisata ini bermula saat pemerintahan desa memberikan reward dari Kemendes mengenai pengembangan wisata desa berupa edukasi pertanian yang asetnya dibuat dan diberi kepada BUMDes sebagai penurunan asset dari pemerintah desa.
Dahulu wisata edukasi ini sangat ramai. Namun, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 wisata ini mulai berangsur-angsur sepi sampai ada beberapa wahana atau fasilitas yang rela dibongkar demi mengehemat pengeluaran pemeliharaanya.
’’Semenjak ada Covid-19 yang awalnya ramai jadi sepi gini. Soalnya, pengeluaran buat pemeliharaannya kan besar dan ada juga fasilitas yang terbengkalai. Yakni, spot foto berupa jembatan di tengah taman itu di bagian utara juga sekarang terbengkalai dan jembatan kayu dibongkar,” ungkap pria berusia 31 tahun tersebut.
Namun, kata Andi, biasanya pada weekend masih ramai terutama pada bagian kolam renang. Tetapi, pada dua minggu terakhir ini terjadi sebuah kekeringan yang di mana airnya harus dipertuntukkan dan diprioritaskan untuk masyarakat. Sehinnga, kolam renang yang ada di sana terpaksa untuk tidak diisi terlebih dahulu.
’’Sumber air juga kering kan, maka dari itu kami harus berbagi dengan warga dan kolam renang tersebut tidak bisa maksimal untuk memberi airnya. Saat itu, juga sudah dirembuk di Musyawarah Desa. Pas itu juga kan airnya lebih milih digunakan untuk perairan lapangan desa ini soalnya dipakai latihan Persibo,” ujarnya.
Dengan berbagai macam permasalahan tersebut, pihak pengelola masih bersyukur dikarenakan setidaknya masih ada beberapa fasilitas yang masih bisa beroperasi dan dipakai oleh pengunjung.
Dengan itu, pihak pengelola atau BUMDes memiliki rencana memfokuskan pengembangan wisatanya dengan maksimal. Yakni, dengan memastikan, bahwa wisata tersebut setiap sebulan sekali harus ada yang menyewa untuk digunakan sebagai outbound.
Selain itu, rencana dalamn waktu dekat ini juga pihak BUMDes juga berencana launching sebuah fasilitas yang digunakan sebagai sentra jualan hasil yang dibuat oleh BUMDes yang ada di Desa Pejambon.
’’Ya, harapannya diberi support untuk memaksimalkan fasilitas yang di utara itu yang terbengkalai itu bisa dibangun spot foto lagi. Selain itu, bekas kayu-kayu yang dibuat jembatannya kan sekarang kami simpan. Rencanannya, ya dengan bantuan desa bisa kita bangun juga seperti sentra kuliner seperti rumah makan gitu,” bebernya. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana