Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Berkunjung ke Pasar Kedungpring, Nikmati Lontong Pecel Sayur Lodeh Daun Jati: Sudah 34 Tahun Teruji Enaknya

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 21 April 2024 | 01:00 WIB
JANGAN KESIANGAN: Ani Wasiah di tempat berjualan lontong pecel sayur lodeh di Pasar Kedungpring. Satu porsi harganya hanya Rp 6 ribu. (GAMAL A./RADAR LAMONGAN)
JANGAN KESIANGAN: Ani Wasiah di tempat berjualan lontong pecel sayur lodeh di Pasar Kedungpring. Satu porsi harganya hanya Rp 6 ribu. (GAMAL A./RADAR LAMONGAN)

 

Pasar Kedungpring mencari salah satu tempat kuliner untuk mencari makan pecel atau dicampur lodeh. Pembungkusnya daun jati berlapis daun pisang.

KEDUNGPRING, Radar Lamongan – Mencari penjual pecel lontong di Pasar Kedungpring cukup gampang. Sebab, para penjual daun jati tersebut berada di satu deretan. Mereka berjejer menjual menu makanan yang sama.

Ani Wasiah, salah satu penjual pecel di pasar tersebut, menjelaskan, dirinya berjualan di tempat tersebut menggantikan orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Orang tuanya berjualan sejak 1990. Sedangkan dia, sekitar tujuh tahun ini berjualan lontong pecel di tempat tersebut.

‘’Satu deretan sini. Semua penjual lontong pecel semua, dan harganya sama,’’ tuturnya.

Sebelum dilayani, pengunjung bakal ditanyai makanan yang diinginkan. Bisa lontong pecel saja, atau lontong pecel campur sayur lodeh. Salah satu isi sayur lodehnya, pepaya muda yang diiris – iris kecil.

Dengan harga Rp 6 ribu per porsi, pengunjung mendapatkan lontong pecel sayur lodeh dengan dua iris tempe goreng. Makanan itu dibungkus menggunakan alas daun jati yang dilapisi daun pisang.

‘’Sebelum lebaran kemarin harga masih Rp 5 ribu, namun saat ini semua sepakat dengan harga Rp 6 ribu,’’ tuturnya.

Sehari, Ani menghabiskan sekitar 10 kilogram (kg) beras untuk bahan lontong. Sementara bumbunya, menghabiskan sekitar 2 kg kacang untuk bahan pecel.

Ani berjualan mulai pukul 05.00 – 09.00.  ‘’Rata – rata semua yang berjualan di sini sudah turun menurun, ke anaknya semua,’’ jelasnya.

Selain warga sekitar Pasar Kedungpring, pembeli lontong pecel terkadang berasal dari luar kecamatan. Seperti saat lebaran lalu. Warga yang pulang dari perantauan mampir untuk sarapan.

Saat Minggu, lontong pecel juga cepat habis. Sebab, perkumpulan atau klub gowes sering mampir ke pasar untuk mengisi perut. (mal/yan)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#daun jati #beras #lontong #pepaya muda #Lebaran #lodeh #tempe goreng #sayur lodeh #kedungpring #lamongan #pecel