BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Gemericik air hujan dan gelak tawa menyatu bersama di bawah rindangnya bambu tepi Sungai Bengawan Solo di sudut Desa Payaman, Kecamatan Ngraho.
Tepatnya di Camping Ground Pring Sewu, jaraknya sekitar 44 kilometer dari Alun-Alun Bojonegoro.
Terlihat sekelompok pemuda, pemudi, hingga lintas usia asyik sahut-menyahut lontaran pertanyaan sesama teman. Demi merekatkan persaudaraan.
Suasana malam dengan rintik hujan pun membuat syahdu suasana bak hawa dingin pegunungan.
Dan, lampu kuning berjajar menggelantung menambah elok pemandangan. Selain syahdunya malam di tepi bengawan.
Jika cuaca mendukung, pengunjung berkesempatan menikmati indahnya sunset atau matahari terbenam.
‘’Suka (tempatnya), karena merupakan salah satu wisata baru di Bojonegoro. Dan, belum pernah ada kan sebelumnya,” ujar Ramadhon, salah satu pengunjung Camping Ground Pring Sewu.
Menurutnya, kamping di malam hari di tepi sungai memberi suasana berbeda. Sekaligus merupakan konsep unik dan fresh.
Pria 27 tahun tersebut menuturkan, view paginya tidak kalah menarik. Ketika membuka tirai cottage atau pondok kayu dan tenda akan disuguhi sejuknya suasana pedesaan di tepi bengawan. ‘’View-nya bagus. Apalagi ada fasilitas yang cukup memadai seperti gazebo, terapi ikan, dan kursi santai pinggir pantai atau kolam,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Koordinator Camping Ground Pring Sewu M. Nur Ashuri mengatakan, pendirian bumi perkemahan Pring Sewu karena ingin menciptakan tempat yang nyaman dan suasana sejuk.
Juga, mendongkrak pendapatan warga di pedesaan. ‘’Konsep kami membuat pengunjung nyaman saat di lokasi,” jelasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana