RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Muhammadiyah Bojonegoro akan menggelar Salat Idul Fitri di puluhan titik yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Di tengah potensi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah, warga Muhammadiyah diimbau tetap menjaga kebersamaan dan saling menghormati.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Sholikin Jamik mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Ftri 1447 Hijriyah digelar di 87 titik.
“Ada 87 titik se-Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Untuk wilayah perkotaan, pelaksanaan akan terpusat pada Masjid yang terletak di Jalan Teuku Umar, yakni Masjid At Taqwa Bojonegoro.
“Di kota, pusat di Masjid Taqwa,” tambahnya.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga mengingatkan kemungkinan terjadinya perbedaan awal 1 Syawal. Namun, perbedaan tersebut diminta tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
Dalam imbauannya, Muhammadiyah menegaskan bahwa persatuan tidak berarti memaksakan keyakinan kepada pihak lain. Perbedaan dalam penentuan hari raya dipandang sebagai bagian dari dinamika umat Islam.
Kebersamaan, Sholikin menambahkan, terletak pada kesamaan niat dalam beribadah kepada Allah SWT, bukan pada keseragaman waktu pelaksanaan.
“Yang terpenting adalah kita memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim,” pesan Sholikin.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk kembali pada esensi Idul Fitri, yakni menahan diri, berbagi, serta meningkatkan ketaatan sebagai bentuk kemenangan setelah menjalani Ramadan.
PDM Bojonegoro berharap pelaksanaan ibadah di hari kemenangan ini tetap berlangsung khidmat, sekaligus memperkuat toleransi dan keharmonisan di tengah perbedaan yang mungkin terjadi. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana