Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mulai Rangkaian Hari Jadi Bojonegoro ke-348, Pemkab Bojonegoro Laksanakan Ziarah Kubur Dua Hari

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 19 Oktober 2025 | 03:14 WIB
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melakukan nyekar saat ziarah di Petilasan Prabu angling Dharma pada Sabtu siang (18/10)
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melakukan nyekar saat ziarah di Petilasan Prabu angling Dharma pada Sabtu siang (18/10)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 dimulai pada Jumat (17/10) dan Sabtu (18/10) melalui ziarah makam leluhur pendiri Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah juga menyempatkan memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar lokasi makam leluhur.

Berbeda dengan gelaran ziarah tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kegiatan ziarah dibagi dalam dua hari. Pada Jumat, rombongan Pemkab berkunjung ke dua makam leluhur di Dander, yakni Makam Adipato Haryo Matahun di Desa Ngraseh, kemudian beralih ke Makam Adipati Djojonegoro di Desa Mojoranu. Kemudian rombongan kembali ke Kecamatan Kota untuk ziarah ke Makam Kanjeng Sumantri yang terletak di Kecamatan Mojoranu.

Sementara pada Sabtu, rombongan berziarah ke Makam Raden Mas Bagus Lancing Kusumo di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Akhirnya, ziarah diakhiri di Petilasan Prabu Angling Dharma di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu.

Selain berziarah dan mendoakan para leluhur, para peziarah juga mengikuti napak tilas sejarah masing-masing pendahulu. Juru kunci makam di setiap lokasi mengisahkan asal-usul dan silsilah keluarga para tokoh leluhur, bagaimana mereka tiba di Bojonegoro, serta riwayat hidup mereka.

Dari sini pula, diceritakan kaitan masing-masing legenda para leluhur dengan identitas Bojonegoro. Misal burung meliwis putih identik sebagai fauna legenda Bojonegoro, karena burung tersebut merupakan wujud penyamaran yang konon digunakan oleh Prabu Angling Dharma semasa hidup.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, ziarah juga diikuti oleh istri bupati, Sri Budi Cantika Yuli, atau lebih dikenal sebagai Cantika Wahono. Selain itu berbagai kepala OPD, serta seluruh kepala desa di setiap kecamatan lokasi makam turut menghadiri ziarah di masing-masing lokasi.

Akhirnya, penyerahan bantuan secara simbolis juga dilakukan di setiap lokasi makam. Bantuan diserahkan kepada perwakilan keluarga penerima manfaat atau kepada juru kunci makam sebagai perwakilan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan jajaran petinggi Pemkab Bojonegoro menyerahkan secara simbolis bantuan kepada keluarga penerima manfaat di sekitar Makam Kanjeng Sumantri, Kelurahan Mojokampung
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan jajaran petinggi Pemkab Bojonegoro menyerahkan secara simbolis bantuan kepada keluarga penerima manfaat di sekitar Makam Kanjeng Sumantri, Kelurahan Mojokampung

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berkata, ziarah ini sekaligus peringatan HJB ke-348 secara utuh merupakan momen baik untuk meneladani semangat leluhur. Sehingga selain Pemkab sendiri, Bupati Wahono juga mendorong kepala desa untuk menggelar acara serupa berupa tasyakuran dan doa bersama sebagai wujud syukur.

“Kita sebagai generasi penerus harus mampu meneruskan perjuangan dan semangat para leluhur. Bojonegoro yang kita cintai ini tentu diimpikan menjadi daerah yang sejahtera, dengan terus berkolaborasi dan bersinergi membangun Bojonegoro lebih baik lagi,” jelas bupati asal Kecamatan Tambakrejo tersebut.

Senada dengan Bupati Wahono, Wakli Bupati Nurul Azizah juga mendorong agar semangat gelaran HJB tidak sekedar dibawa saat seremoni perayaan saja. Namun juga diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

“Bupati selalu menegaskan yang terpenting adalah gemuruh semangatnya, bukan hanya sekedar seremonial saja. Semangat kita itu untuk membangun sesuai dengan visi misi Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan,” ujar wakil bupati asal Kecamatan Dander tersebut.

Puncak peringatan HJB ke-348 akan jatuh pada Minggu (19/10) dan Senin (20/10). Pada Minggu, dilaksanakan tradisi penyemayaman api abadi dari Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem ke Pendapa Malowopati Bojonegoro.

Sementara pada Senin, dilaksanakan upacara peringatan HJB ke-348 di Alun-Alun Bojonegoro. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan Boyong Museum di Museum Rajekwesi, yang sebelumnya merupakan kantor Inspektorat Bojonegoro. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Makam Leluhur #kalitidu #Nurul Azizah #bupati bojonegoro #berziarah #cantika wahono #leluhur #hari jadi bojonegoro #mojokampung #Bubulan #angling dharma #HJB #dander #makam #bojonegoro #hari jadi #Setyo Wahono #ziarah