Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Kembali Ledre, Jajanan Khas Bojonegoro: Dulu Bentuk Pertahanan Hidup, Kini Warisan Budaya Tak Benda

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:26 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ledre merupakan makanan khas Bojonegoro yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan hingga saat ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Jawa Timur. Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, penetapan dilakukan Kemendikbudristek melalui Ditjen Kebudayaan pada 2021. 

Mak Min Tjie merupakan generasi pertama dikeluarganya yang membuat Ledre pada tahun 1943, diwilayah kabupaten Padangan saat penjajah menguasai Indonesia. 

Ledre ada sebagai bentuk pertahanan hidup masyarakat, Karena saat peralihan penjajah Belanda ke Jepang terdapat keterbatasan bahan pokok makanan. Sehingga, makanan ini yang menjadi pengisi perut masyarakat dengan pemanfaatan bahan seadanya.

Baca Juga: Ledre Bojonegoro: Gulungan Manis Sejarah dalam Simbol Kebanggaan Kota

Ledre sendiri merupakan makanan dengan tekstur renyah dan rasa manis, terbuat dari tepung beras, gaplek, garam dan santan, seiring berkembangnya zaman ledre mulai memiliki banyak varian rasa buah buahan seperti halnya rasa yang paling populer saat ini adalah pisang. 

Menurut Ny. Seger selaku generasi kedua pembuat Ledre, dahulu awalnya ledre berbentuk lembaran.  Kadang hanya dilipat menjadi dua atau setengah lingkaran, dan kini ledre semakin unik dengan digulung. Makanan ini dicetak menggunkan wajan baja turun temurun dan Bahan bakarnya sendiri tidak boleh menggunakan kompor namun harus menggunakan arang.(mae-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #Penjajahan #warisan budaya #belanda #kebudayaan #bojonegoro #jepang #Makanan #ledre