BLORA, Radar Bojonegoro - Dalam rangkaian Hari Jadi ke-275 Kabupaten Blora, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Blora ziarah makam tokoh-tokoh penting. Tak hanya yang dimakamkan di Blora, tapi juga berziarah ke makam mantan Bupati yang dimakamkan di luar kota.
Diketahui kegiatan ziarah tersebut berlangsung sejak Senin (2/12) hingga Rabu (4/12). Kegiatan ziarah pertama diawali ke makam Bupati Blora pertama, Raden Tumenggung Wilotikto yang menjabat periode 1749- 1762 yang berada di Kompleks Pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Lalu, berziarah ke Komplek Makam Gedong Ageng Sunan Pojok yang berada di selatan Alun-alun Kota Blora. Kemudian, ziarah berlanjut ke TPU Giri Mulyo Cepu untuk ziarah ke makam almarhum Bupati Basuki Widodo (Bupati Blora 1999- 2007). Dan terakhir, ziarah ke Makam Mbah Janjang Jiken (Jati Kusumo-Jati Sworo).
Selain itu, juga ziarah di Makam Keluarga Tirtonatan di Desa Ngadipurwo. Kemudian, ziarah ke Semarang, yakni Makam Bupati Soekardi Hardjoprawiro (1989- 1999) di TPU Salaman Moyo dan Bupati Soekirno Sastro Dimejo (1960–1966) di TPU Jangkang.
Lalu, di Yogyakarta dan Solo, yakni, makam Bupati Soepadhi Joedodarmo (1973–1979) serta Srinardi (1966–1973) di TMP Kusumanegara dan Kusuma Bhakti. Dengan beralaskan tikar sederhana di sekitar makam, rombongan memanjatkan doa, melantunkan tahlil, dan menaburkan bunga di pusara Wilotikto serta makam istrinya.
Baca Juga: Jamasan Pusaka Jelang Hari Jadi Blora, Uri-Uri Budaya Leluhur Blora
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengatakan ziarah peringatan Hari Jadi ke-275 Blora dilakukan untuk kembali mengingatkan kepada generasi penerus. ’’Kami semuanya mengingat, bahwa berdirinya dan keberlangsungan Kabupaten Blora tidak terlepas dari jasa para pendahulu yang kini telah gugur mendahului kita,” terangnya.
’’Sekaligus mendoakan agar arwah para leluhur, Bupati Blora yang telah meninggal diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tambah Wakil Bupati.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi menjelaskan, pentingnya tradisi ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. ’’Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang penuh makna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora. Tradisi ini perlu dipertahankan sebagai pengingat per juangan para pemimpin kita di masa lampau,” ungkapnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana