Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Perajin Barongan di Desa Mojodeso, Usaha Turun Temurun Keluarga

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 1 November 2024 | 16:08 WIB
USAHA KELUARGA: Kerajinan barongan diproduksi oleh Sumantri di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Usaha tersebut merupakan turun-temurun yang mana pusatnya berada di Malang. (AHMAD NAWAF TIMY
USAHA KELUARGA: Kerajinan barongan diproduksi oleh Sumantri di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Usaha tersebut merupakan turun-temurun yang mana pusatnya berada di Malang. (AHMAD NAWAF TIMY

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memiliki minat dalam membuat suatu kerajinan menjadi suatu prospek keuntungan oleh Sumantri membuka usaha pembuatan Barongan. Perajin Barongan ini terletak di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Sumantri mengatakan, bahwa minatnya dalam membuat barongan didapatkan sejak kecil yang mana dahulu ayahnya juga seorang perajin barongan. Kemudian, hal ini menjadikan kerajinan barongan dimanfaatkan sebagai bagian dari usaha keluarga.

Bahkan, Sumantri yang asli Malang itu mengaku, bahwa hampir seluruh keluarganya juga memiliki usaha yang sama yakni perajin barongan dan pusat usahanya ini sendiri berada di Malang.

’’Kalau saya sendiri baru terjun membuat kerajinan ini sekitar 20 tahunan. Jadi, ya pertama bapak saya kemudian diturunkan ke saya dan seluruh keluarga yang ada di Malang,” Ungkapnya.

Dalam pembuatannya, bahan-bahan yang digunakan berasal dari Malang. Karena kayu yang digunakan dalam pembuatan barongan ini lebih mudah didapatkan di Malang. Selain itu, biasanya bahan-bahan setengah jadi dikirimkan dari Malang ke Bojonegoro yang kemudian Sumantri hanya perlu melakukan renovasi bentuk, pengecatan, dan finishing.

Namun, terkadang juga Sumantri mengerjakannya sendiri di tempatnya mulai dari kayu biasa hingga menjadi sebuah karya Barongan. ’’Biasanya, kalau kayu yang dipakai itu kayu sengon untuk anak-anak, kalau untuk dewasa atau buat main gitu biasanya pake kayu waru," tandasnya.

Dalam pengerjaannya, Sumantri mengatakan, bisa menghasilkan sekitar 10-20 buah mentahan atau bahan dasarannya dalam sehari. Namun, hal itu belum melalui bagian pengecatan, pemberian aksesoris seperti kain, dan sebagainya.

Diprediksi, semisal pembuatan 50 buah barongan siap jual memakan waktu sampai 10 hari. Namun, hal ini berbeda dengan barongan yang digunakan untuk bermain kesenian atau yang biasa berukuran besar. Setidaknya butuh waktu dua bulan untuk pembuatan dua buah barongan tersebut.

Mengenai harganya sendiri, Sumantri mematok harga mulai dari Rp 80.000 sampai jutaan tupiah. Murah mahalnya harga itu sendiri tergantung dengan ukuran dan kualitas kayu serta bahan-bahan yang digunakan. Serta, teknik dan pola pengecatannya.

Namun, biasanya yang paling laku ialah barongan untuk anak-anak yang dibanderol Rp 80.000. Selain harganya relatif murah, barongan tersebut juga biasanya hanya sekadar dibuat bermain-main saja.

Mengenai penjualannya, Sumantri langsung mengirimkan ke pelanggan-pelanggannya yang merupakan tengkulak yang berada di berbagai wilayah langganannya. Biasanya dalam pengirimannya tergantung pemesanan stok pelanggannya, dan channel terbesar pengirimannya mulai dari Bojonegoro, Jombang, Kediri, Tuban, dan Blitar.

’’Kalau promosi lewat media sosial malah jarang, langsung ke toko-toko kan ada orang pesan nanti kirim. Kami nyerangnya ke grosirannya. Kalau yang ngecer beli di rumah ya ada, tapi kalau muterin duitnya lebih cepat kalau ngirim ke toko-toko,” pungkasnya.

Penghasilan Sumantri sekitar Rp 5 juta hingga yang paling banyak sekitar Rp 20 juta dalam sebulan. Tren serta musiman juga sangat berpengaruh terhadap sepi ramainya penjualan, yang mana ramaianya biasanya sekitar bulan Agustus sampai akhir tahun. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kapas #Perajin #kesenian #bojonegoro #Sengon #kerajinan #usaha keluarga #malang #barongan