Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ajaran Samin di Bojonegoro Tak Lekang Zaman

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 6 Agustus 2023 | 21:40 WIB
DISKUSI: Berbagai eleman masyarakat berdiskusi tentang ajaran samin di Balai Budaya Masyarakat Samin Sabtu (5/8). (EKA F. MELLINIA/RDR.BJN)
DISKUSI: Berbagai eleman masyarakat berdiskusi tentang ajaran samin di Balai Budaya Masyarakat Samin Sabtu (5/8). (EKA F. MELLINIA/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Berbagai elemen masyarakat berkumpul di Balai Budaya Masyarakat Samin, Dusun Jepang, Desa/Kecamaran Margomulyo, Bojonegoro Sabtu (5/8) pagi. Dari siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Serta, kepala desa (kades) dan Camat Margomulyo.

Berkumpulnya mereka wujud eksistensi ajaran Samin yang kian eksis dan bertahan hingga masa kini, dengan menata niat ngangsu kaweruh atau mencari ilmu. Mereka pun serempak bersorak mengucapakan manunggaling roso, ucap, lan laku.

Ajaran Samin pertama diprakarsai Mbah Suro Sentiko pada masa penjajahan Indonesia. Melawan penjajah dengan tidak membayar pajak dan bersekolah.

Adapun kini ajaran Samin tengah memasuki generasi kelima. Tokoh Samin di antaranya Mbah Suro Sentiko, Suro Kidin, Suro Karto Kamidin, Harjo Kardi, dan saat ini diteruskan mas Bambang Sutrisno.

"Sedulur sikep tidak ada paksaan. Kalau tidak ada yg meneruskan tidak papa. Namun, orang tua wajib memberi pitutur (nasihat) nanti dilakukan atau tidak terserah pribadi masing-masing," tutur Tokoh Kelima Ajaran Samin, Bambang Sutrisno.

Dia melanjutkan, ajaran Samin tetap bertahan dan eksis hingga kini karena manunggaling roso, ucap, lan laku masyarakat Samin. Dan diharapkan dapat dilakukan semua masyarakat.

Tetap eksis, tokoh Samin ketiga pernah bertemu Ir. Seokarno secara langsung dan menanyakan apakah Indonesia sudah merdeka pada 1963.

Dan dijawablah bahwa Indonesia telah merdeka. Sehingga memperjelas bahwa masyarakat Samin akan membayar pajak dan mulai bersekolah.

Dengan mendatangkan guru dari tanah Margomulyo pada 1967 di rumah pribadi. Hingga masyarakat iuran membeli tanah dan membangun sekolah yang kini menjadi SDN Margomulyo 2.

Camat Margomulyo Dyah Enggarini Mukti mengatakan, berkaitan pelestarian budaya telah mengajukan pembangunan infrastruktur agar identitas budaya dapat dirasakan dan dilihat.

"Ajaran Samin benar-benar berkorelasi untuk kehidupan modern" tuturnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ajaran #suku samin #Budaya #ajaran samin #Masyarakat Samin #kebudayaan #samin bojonegoro #sedulur sikep #nasihat #samin