Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Produksi Perikanan Budidaya di Lamongan Turun 22 Persen

Hakam Alghivari • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:40 WIB
TERPENGARUH: Sektor perikanan tambak dan budidaya di Lamongan terpengaruh akibat tidak adanya pupuk subsidi hingga faktor alam. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TERPENGARUH: Sektor perikanan tambak dan budidaya di Lamongan terpengaruh akibat tidak adanya pupuk subsidi hingga faktor alam. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Tidak adanya bantuan pupuk subsidi diperparah dengan faktor alam memberikan beban berat bagi petambak dan pembudidaya ikan. Imbasnya realisasi produksi perikanan budidaya menurun cukup signifikan.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Lamongan, target produksi perikanan budidaya Tahun 2023 sebesar 64.172 ton. Namun, realisasi produksi tahun lalu hanya 48.978 ton. Sedangkan, realisasi produksi perikanan budidaya Tahun 2022 sebesar 62.754 ton.

‘’Tahun lalu terjadi penurunan 22 persen dibandingkan dengan realisasi produksi Tahun 2022,’’ tutur Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan, Naila Maharlika kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Senin (15/1).

Produksi rerata jenis ikan mengalami penurunan. Di antaranya ikan bandeng, ikan nila, dan udang vaname. Sedangkan komoditas budidaya air asin masih stabil yakni ikan kerapu.

‘’Kemudian lele yang cenderung cara perawatan lebih mudah di kolam terpal dan kolam,’’ terangnya.

Naila, sapaan akrabnya menjelaskan, turunnya realisasi produksi karena masih belum adanya pupuk subsidi bagi petambak di Lamongan. Selain itu, terdapat penurunan luas lahan. Yakni pada Bulan Mei hingga Juni Tahun 2022 masih ikan, tapi tahun lalu pindah menanam padi karena tidak ada ketersediaan air.

‘’Ada alih fungsi lahan, banyak perumahan dan bergeser pabrik, itu pengaruh juga,’’ ucapnya.

Tahun ini ancaman penurunan produksi masih terjadi. Sebab, terjadi kemarau panjang yakni saat ini hujan belum menentu. Berdasarkan pengamatannya, petambak yang tebar benih hanya 50 persen. Sehingga masih banyak tambak yang masih kering.

‘’Tahun ini pasti turun lagi, tahun lalu terjadi banjir di beberapa lokasi, tapi lokasi yang lain pada Januari dan Februasi masih bisa panen. Saya bayangkan berat juga ya,’’ ungkap Naila.

Naila berharap, pemerintah pusat bisa segera memberikan alokasi pupuk subsisdi untuk sektor perikanan, karena hal itu memberikan semangat kepada para pembudidaya dan petambak.

‘’Segera ada penambahan sumber daya manusia penyuluh untuk pendampingan,’’ pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#perikanan #pupuk subsidi #Alam #budidaya #Produksi #ikan #lamongan