LAMONGAN, Radar Lamongan - Tim pelatih Persela memboyong 21 pemain, yang dijadwalkan berangkat ke Sidoarjo Senin ini (9/10). Head Coach Persela, Djadjang Nurdjaman mengatakan, persiapan pemain sudah seratus persen menghadapi tuan rumah Deltras Sidoarjo, Selasa (10/10).
‘’Fisik, taktik, mental semua sudah diperbaiki dalam jeda pertandingan kemarin,’’ ucap Djanur, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Minggu (8/10).
Pelatih 64 tahun tersebut meminta, seluruh pemain bisa menjalankan strategi yang diberikan dengan benar, karena Deltras bukan lawan yang mudah. Selama tiga laga, Deltras belum pernah kalah dan memiliki bibit pemain muda yang potensial.
Disinggung pemain U-21 yang diboyong Persela ke Sidoarjo. Djanur mengakui masih membawa dua pemain U-21. ‘’Kita bawa Dede sama Syafrul, semoga bisa menang dan mempertahankan tren positif ini,’’ tutur pelatih kelahiran Majalengka, Jabar itu.
Seperti diketahui, Persela memiliki empat pemain U-21. Dua pemain merupakan putra daerah yakni Syafrul Mudawam dan Figo. Sedangkan, dua pemain U-21 lainnya berasal dari Bandung yakni Dede Sapari dan Fajar. Sesuai regulasi, setiap klub Liga 2 wajib memainkan satu pemain U-21 selama 45 menit.
Hingga pekan ke empat grup 3 Liga 2, baru Dede dan Syafrul yang mendapatkan menit bermain. Asisten Pelatih Persela, Ragil Sudirman mengatakan, semua pemain U-21 memiliki kesempatan yang sama, untuk bisa dimainkan di setiap pertandingan. Namun untuk menurunkan pemain muda, diakuinya, tim pelatih melihat situasi, kondisi, dan kesiapan pemain tersebut.
‘’Intinya semua harus meningkatkan skil dan kemampuannya. Saya yakin kesempatan (untuk pemain U-21) itu pasti akan datang, cepat atau lambat,’’ tutur Ragil.
Ragil menilai, Dede dan Syafrul yang berposisi sebagai bek sayap selama ini memiliki kesempatan lebih besar. Sebab, persaingan di posisi itu tidak terlalu banyak. Sedangkan, Fajar dan Figo yang berposisi gelandang, harus bersaing dengan pemain senior, asing, dan naturalisasi. Seperti Ade Jantra, Lee Yu-Jun, dan Kim Do-Hyun.
‘’Mereka (Figo dan Fajar) harus semangat dalam berlatih. Sehingga ketika kesempatan itu ada, pelatih tidak ragu-ragu memainkannya,’’ ucap Ragil. (rka/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana