Ada 35 ribu ternak yang disiapkan. “Ternak terus dipantau kesehatannya karena Lamongan menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah populasi sapi dan kambing tinggi. Salah satunya dari kandang bapak Juri dan warga di Desa Wonokromo, Tikung ini,” jelasnya.
Bupati Yes menuturkan, petugas rutin melakukan pemeriksaan dengan memberikan antimortem, disinfeksi kandang, pemberian vitamin, serta perawatan.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menuturkan, Jatim sudah tiga bulan ini zero kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Kondisi sekarang, Jatim surplus hewan kurban. Sapinya mencapai sejuta ekor, sedangkan kebutuhan sekitar 56 ribu ekor.
Untuk kambing dan domba, populasi di Jatim mencapai 729 ribu ekor. Kebutuhannya 211 ribu ekor. “Kita surplus, kalau provinsi lain mau membeli hewan kurban di Jatim banyak, salah satunya Lamongan,” tuturnya.
Gubernur memastikan semua ternak yang dijual sehat. Hewan kurban sudah diperiksa tim khusus yang terdiri atas dokter hewan dan veteriner. Pemeriksaan ini dilakukan menyeluruh seperti gigi, mata, gerakannya, usia, dan riwayat sakitnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto