Kepala Bulog Subdivre III, Sugeng Hardjono memastikan, jumlah CBP saat ini masih aman, untuk mengkaver kebutuhan pangan. Apalagi untuk pengadaan terus berlanjut, dengan rerata 200 ton per hari.
Menurut dia, saat ini belum terlalu banyak yang panen. Diprediksi tambahan signifikan pada bulan depan, saat musim panen masa tanam kedua. ‘’Kalau pengadaan terus dilakukan. Apalagi bulan depan puncak panen, sehingga cadangan beras akan aman,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (17/5).
Sugeng mengatakan, pengadaan dilakukan sesuai dengan ketetapan pemerintah, baik kadar air maupun harganya. Untuk harga gabah kering panen (GKP) sekitar Rp 4.200 - 4.450 per kilogram (kg). Serta harga gabah kering giling (GKG) sekitar Rp 5.750 per kg.
Sedangkan, harga beras ditetapkan mulai Rp 8.300 – 9 ribu per kg. Saat ini, realisasi pengadaan sekitar 30 persen dari target 30 ribu ton. Sugeng mengaku tidak ada kendala dalam realisasi. Sebab, bulan ini panen tidak banyak, serta pengadaan harus menyesuaikan ketetapan pemerintah.
‘’Kita pengadaan untuk kebutuhan jangka panjang, sehingga kualitas diutamakan,” imbuhnya.
Sugeng menuturkan, untuk harga beras di tingkat bawah cenderung stabil, karena belum ada kenaikan yang signifikan. Kemudian untuk stabilisasi pangan, pemerintah sudah menyalurkan bantuan sosial berupa beras dan kegiatan pasar murah.
‘’Kalau petani biasanya mereka simpan, sehingga kebutuhannya bisa dikaver dari hasil pertanian sendiri dan tidak perlu beli,” terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto