Menurut dia, pembangunan embung banyak dilakukan desa. Sehingga, koordinasinya dengan desa. “Jadi kalau embung ada yang normalisasinya dilakukan desa, biasanya mereka meminjam alat berat ke dinas. Itu diperbolehkan karena intinya untuk memberikan cadangan air yang cukup,” jelasnya.
Gunadi menuturkan, kegiatan normalisasi setiap titik embung berbeda. ‘’Kita normalisasi karena banyak yang terjadi pendangkalan. Harus dikeruk supaya bisa normal lagi,” imbuhnya.
Gunadi menjelaskan, saat ini debit beberapa embung masih tinggi. Kemungkinan triwulan ketiga baru maksimal pekerjaan normalisasi.
‘’Kalau triwulan kedua sudah ada yang kosong bisa dinormalisasi supaya pekerjaan segera selesai,” ujarnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto