Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pengangguran Picu Menjamurnya Kurir Narkoba

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 27 April 2023 | 14:00 WIB
GRAFIS: AINUR OCHIEM/RDR.BJN
GRAFIS: AINUR OCHIEM/RDR.BJN
LAMONGAN, Radar Lamongan - Peredaran narkotika di Kota Soto makin masif. Dalam tiga bulan bulan terakhir yakni mulai Januari – Februari, Satreskoba Polres Lamongan mengungkap 23 kasus. Dari jumlah tersebut diamankan 35 tersangka (selengkapnya lihat grafis). Yakni diamankan sebanyak 19,25 gram sabu-sabu dan 2.284 butir pil dobel L. Hasil penyelidikan terkuak, tingkat pengangguran memaksa warga memilih menjadi kurir narkoba.

‘’Untuk tahun ini tentunya banyak tersangka kurir yang juga menjadi pemakai sabu-sabu,’’ tutur Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Awalnya terjerumus menjadi kurir narkoba, serta tergiur mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Selain itu, kurir juga diiming-imingi mendapatkan upah memakai barang haram tersebut. Mayoritas kurir mengakui rasa takutnya kalah dengan keinginan, untuk bisa mengkonsumsi narkoba lagi.

‘’Pengiriman barang haram tersebut melalui sistim ranjau. Akan tetapi anggota sudah mengendusnya, hingga dilakukan penangkapan,’’ ungkapnya.

Yakhob menyatakan, rerata narkoba dipasok dari luar kota. Upah kurir berdasarkan banyaknya barang yang dibawa. Satu kali pengiriman, kurir sabu-sabu biasanya mendapatkan upah antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

‘’Rerata terhimpit ekomoni hingga nekad menjadi kurir narkoba,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#polres lamongan #Narkotika #sabu sabu #kurir #Narkoba