Kemarin (6/4), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wabup Abdul Rouf, Sekda Moh. Nalikan, dan beberapa kepala OPD ziarah ke rumah duka di Pesona Khayangan Juanda, Depok.
Khusnul Yaqin, salah satu anggota keluarga mengatakan, Deddi adalah figur ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya. Kedua anaknya berhasil menjadi seorang hafiz Alquran, karena dukungan dan pendampingan dari ayah dan ibunya.
Deddi menghembuskan nafas terakhir karena sakit yang diderita sekitar satu tahunan. Almarhum sempat dirawat di Lamongan selama tiga hingga empat bulan. Setelah merasa kondisinya membaik kembali ke Jakarta. Kondisinya kembali drop sehingga harus dilarikan di rumah sakit, yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Deddi dimakamkan di makam keluarga Sastranegara Bandung sekitar pukul 13.00 WIB.
‘’Kami sekeluarga memohonkan maaf apabila beliau ada salah dan kurang selama mengabdi di Lamongan,” ujarnya.
Sepeninggal ayahnya, Deddi memang rutin mengunjungi ibundanya di Lamongan, Makhdumah Fadeli. Setiap minggu bisa tiga hari di Lamongan, empat hari di Jakarta untuk kepentingan mengajar. Karena Deddi sampai sekarang masih aktif sebagai dosen di UI dan peneliti. Deddi dikenal mandiri dan cerdas, sehingga keperluan keluarga sepeninggal ayahnya banyak dihandel olehnya.
‘’Dedik (sapaan kecil, Red) sangat ramah dan dewasa serta penyayang keluarga,” ucapnya.
Mantan Aspri ayah Deddi Nordiawan, Miftah Alamudin menuturkan, beliau sangat agamis. Meski lahir dari keluarga terpandang yang memiliki kedudukan, tapi Deddi merupakan sosok yang agamis. Sehingga, orang yang di sekitar akan malu jika tidak mencontoh sikap beliau.
Menurut Udin, almarhum selalu rutin menjalankan puasa Senin - Kamis dan salat malam. Sebagai orang kepercayaan ayahnya, tentu dia belajar banyak kepada almarhum. Bahkan, menurut dia, Deddi termasuk yang paling enak diajak diskusi.
‘’Kalau kita orang luar melihatnya pasti dingin dan tidak mudah bergaul, padahal sangat menyenangkan ketika sudah kenal dan berdiskusi,” tuturnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menjelaskan, kepergian Deddi tentu menyisakan duka yang mendalam. Dia berharap, almarhum Husnul Khatimah dan diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan diterima amal ibadahnya.
‘’Kami semua berduka, dan kami mendoakan agar semua amal beliau diterima oleh Allah,” ucap Bupati Yes.
Terpisah, Fasilitator SACI, Sri Wahyuni Trialfiyani menambahkan, almarhum sosok guru dan mentor yang memiliki gaya bicara santun dan meneduhkan. Sehingga, semua yang pernah berinteraksi pasti akan merindukan.
‘’Pak Deddi ini mentor yang sangat agamis, menjadikan Allah sebagai tujuan dari semua kegiatannya,” imbuhnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto