‘’Insya Allah sebelum Lebaran akan kita selesaikan pencairannya, agar para guru dan takmir serta yang berhak bisa berlebaran dengan bahagia,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, insentif ini diberikan satu kali dalam satu tahun. Meski nilainya tidak besar, tapi insentif ini sebagai apresiasi atas pengabdian mereka. Jumlah penerima insentif masih sama dengan tahun lalu. Hanya terjadi pergeseran penerima, setelah dilakukan kroscek ke lapangan.
Misalnya untuk takmir jumlah penerima sekarang 1.990 orang, yang sebelumnya 2.015 orang. Sedangkan, imam musala 4.911 orang, modin 2.417 orang, dan ponpes 387 lembaga, rohaniawan 16 orang, pura 1 titik, dan guru ngaji 12.278 orang.
‘’Untuk jumlah penerima menyesuaikan data di lapangan. Tapi untuk guru ngaji memang paling banyak, karena harapannya semua bisa menerima insentif tersebut,” imbuhnya.
Terkait nominalnya berbeda-beda. Misalnya guru ngaji akan menerima insentif sebesar Rp 277 ribu, yang belum dipotong pph. Kemudian takmir akan menerima Rp 800 ribu dan modin Rp 280 per orang, yang belum dikurangi pph.
‘’Nilainya tidak sama dan belum ada kenaikan, tapi kita berusaha untuk menganggarkan setiap tahun,” terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto