Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Warna Jadi Pemikat

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 29 Januari 2023 | 22:41 WIB
JINAK: Alfian Maizer menunjukkan ball python yang dipelihara di belakang rumahnya di Kecamatan Karanggeneng. (ANJAR DWI PRADIPTA /RDR.LMG)
JINAK: Alfian Maizer menunjukkan ball python yang dipelihara di belakang rumahnya di Kecamatan Karanggeneng. (ANJAR DWI PRADIPTA /RDR.LMG)
BALL python merupakan salah satu jenis ular sanca yang memiliki karakter menggulung diri melingkar menyerupai bola. Ragam warna ball python membuat sebagian pecinta reptil lebih senang memelihara ular jenis ini.

Di bagian belakang rumah Alfian Maizer, di Kecamatan Karanggeneng, tujuh box  container plastik berukuran 59 sentimeter (cm), lebar 37 cm, dan tinggi 13 cm ditata rapi.

Box container plastik itu menjadi kandang bagi ular – ular peliharaannya. Bentuk ularnya tidak menakutkan. Justru terkesan imut. Ada juga yang gemuk. Ular – ular itu memiliki warna yang indah dipandang.

Ular peliharaan Alfian termasuk jenis  ball python. Sudah sekitar dua tahun Alfian tertarik pada dunia ular. Awalnya, dia memelihara biawak. Suatu hari, ada temannya menawarkan pertukaran hewan peliharaan. Biawak milik Alfian ditukar dengan ular ball python.

Ternyata Alfian berjodoh. Ular python kini ada tujuh ekor. Dia menjelaskan, ball python merupakan ular yang berasal dari Afrika dan tidak berbisa. Ukurannya juga berbeda dengan jenis python reticulatus, yang panjangnya bisa sampai delapan meter.

‘’Kalau ball phyton panjangnya hanya bisa 1,3 meter sampai 1,6 meter,’’ ucap Alfian.

Alfian mengaku menyukai ball python karena bentuknya yang imut dan warnanya menarik. ‘’Ball phyton ini memiliki 100 lebih morph,’’ imbuhnya.

Menurut dia, perawatan ball python cukup mudah dan tidak memakan tempat. Sebab, ukuran ular ini lebih kecil dibandingkan ular pada umumnya.

‘’Jika takut dan merasa terancam, dia bakal menggulungkan badannya sendiri, makanya disebut ball,’’ ujar laki-laki 29 tahun ini.

Tujuh ball phyton peliharaan Alfian berbeda – beda. Ada yang normal, jenis spider, pastel, super pastel, super pastel vanilla, leopard pastel, dan pastel  yellowbelly.

Dia menjelaskan, box bisa diberi alas kertas atau olahan serabut kelapa. Kelemahan alas kertas, rentan kotor dan basah karena urine dan kotoran. Sehingga, pehobi ular harus mengganti alas kertas seminggu sekali.

Sementara cocohusk yang berbahan olahan serabut kelapa, bisa meresap kotoran. Pergantian alasnya bisa lebih lama, sekitar sebulan sekali.

‘’Jika kondisi alas kotor, rentan terserang penyakit. Rata-rata kena virus flu dan sariawan,’’ ujarnya.

Alfian lebih senang memberi pakan  ularnya dengan tikus putih. Pemberian pakan tergantung usia. Ukuran baby, pemberian pakannya lima hari sekali. Ukuran dewasa, sepuluh hari sekali. Pergantian kulit ular  tergantung pola makan. Rata – rata, ular mengganti kulit 4 – 8 kali selama setahun.

‘’Jika ular yang mau ganti kulit ditandai dengan mata buram. Dan ular yang mau ganti kulit itu memilih diam karena penglihatan terganggu,’’ ucap bapak satu anak ini.

Harga ball phyton normal Rp 500 ribu - Rp 750 ribu per ekor, tergantung motif sama kelamin. Harga ular betina lebih mahal. Ball phyton yang memiliki morph juga harganya lebih mahal, Rp 1,5 juta hingga puluhan juta rupiah.

‘’Ada yang Rp 20 juta ke atas, tergantung morph (variasi genetik),’’ ucap dia. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Reptil #ular #piton #Hobi #ball python